Beranda Bolmong Timur Dengar “Ki Eyang”, Sehan Teteskan Air Mata Dan Bilang Begini

Dengar “Ki Eyang”, Sehan Teteskan Air Mata Dan Bilang Begini

788
0
BERBAGI
Laila Mo'o disamperin Bupati Sehan Landjar, saat melantunkan lagu Ki Eyang.

BOLTIM lensasulut.com- Dia’ pa bi onda intaw ibanya mo ta’aw pomalui koinimu Eang, sin ain no terbukti pembangunan de’eman ta’ dandi.

Intaw ta’isi mo ikhlas bo mo adil bi’ kon umat. Kotabi nami komintan in ki Eyang. Demikian sepenggal lirik lagu berjudul Ki Eyang.

Nyanyian tersebut  yang dilantunkan Laila Mo’o, warga Desa Kotabunan, di perayaan dua tahun kepemimpinan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar dan Wakil Bupati Drs Rusdi Gumalangit, baru-baru ini.

Ketika mendengarkan alunan syair lagu tersebut, Eyang sapaan akrab Landjar, terharu hingga meneteskan air mata, mengenang masa pesta demokrasi 2016 lalu. Setiap bait lagu Ki Eyang memiliki makna, wujud kecintaan masyarakat Boltim kepada sosok Sehan Landjar.

Kata Laila, meski hanya mengandalkan sedikit uang pribadi dan donatur, dirinya bersama penyanyi terkenal di Bolmong Raya, Hairul A Luli menciptakan lagu Ki Eyang. Saat itu menjelang masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Boltim.

Bahkan lagu ini sudah masuk dapur rekaman, pada satu tahun dua bulan sebelum Pilkada. Lagu Ki Eyang merupakan sesuatu yang spesial untuk Landjar. Dimana kala itu sosok kepemimpinannya diinginkan kembali oleh warga Boltim.

“Lama pembuatan lagu ini hanya sepekan. Alhamdulilah, Ki Eyang menjadi lagu wajib pada masa kampanye SERU (Sehan-Rusdi). Sehingga menyanyikan lagu Ki Eyang pada perayaan 2 tahun kepemimpinan SERU, merupakan kado spesial,” terang Laila.

Sementara, Bupati Landjar mengakui, lagu Ki Eyang sangat bermakna. Menurutnya, setiap bait lagu jadi motivasi dalam mewujudkan keinginan masyarakat Boltim. Kata Landjar, ada makna terkandung dalam lagu tersebut. “Semuanya berisikan harapan rakyat, yang tentunya harus saya wujudkan,” tutur Landjar.

Setiap bait lagu yang dilantunkan, mendorong dirinya untuk menata Boltim lebih baik kedepan. Jadi dengar lagu ini bukan hanya mengenang masa Pilkada lalu.

“Namun, yang paling penting, mana kala rakyat menaruh harapan di pundak kita. Tentu sebagai pemimpin harus siap mewujudkan keinginan rakyat,” ketus Ketua DPW PAN Sulut ini.  (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here