Beranda Bolmong Timur Berbagi Kiat, Landjar Ungkap Rahasia Cerdasnya

Berbagi Kiat, Landjar Ungkap Rahasia Cerdasnya

718
0
BERBAGI

Boltim, lensasulut.com – Kecerdasan Bupati Bolaaang Mongondow Timur, Sehan Landjar SH memantik tanya. Banyak pihak tercengang dan heran dengan kelebihan Bupati yang berjuluk Singa Podium ini. Ia mampu memahami, bahkan menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di negeri ini. Utamanya terkait dengan peraturan dan perundang-undangan.

Menanggapi isu yang berkembang, Landjar pun membeberkan rahasia kecerdasannya. Selain gemar main Domino hingga larut malam, orang nomor satu di Bumi Totabuan Timur ini, giat membaca. Meski jadi orang super sibuk, dirinya tetap meluangkan waktu 2 jam membaca dan berdiskusi dengan siapa saja.

Menurutnya, membaca atau berdiskusi, bisa memperoleh banyak pelajaran, hikmah pencerahan dan inspirasi berharga dalam menjalani hidup. Sehingga saban hari ada saja hal baru yang dapat disampaikannya.

“Gaya saya berbicara sebelum jadi angota DPRD dan Bupati sudah begini karena banyak belajar. Jadi, kalau ingin cerdas jawabannya hanya satu, yaitu membaca,” tutur pria yang populer disapa Eyang ini, di sela-sela acara konsultasi publik di aula lantai 3 kantor Bupati belum lama ini.

Ia menyebut, tidak ada yang susah, jika punya keinginan untuk belajar. Berkat memiliki hobi membaca, masyarakat Boltim pun menjulukinya sebagai ‘Sang Motifator’.

Banyak kalangan menilai Landjar merupakan pribadi unik dan multitalenta. Dari segi intelektual, dia sudah cukup mumpuni. Selain pintar, gaul dan rendah hati, Eyang juga punya kepemimpinan unik.

Dikutip dari bukunya yang berjudul ‘Simiup Kon Siup in Bobahasa’an’ Landjar mengatakan, kalau ingin menggayakan pemikiran dan perasaan,  maka sesorang harus terus dan terus membaca buku. Dalam karyanya ini berpesan, manusia jangan terlalu percaya kepada hal-hal yang sifatnya sangat instan. Untuk membuka wacana bolehlah. Tetapi begitu kita ingin melakukan pendalaman, hanya buku yang bisa dijadikan rujukan.

Tambahnya, buku bukan sekedar lautan berpikir, pengalaman dan jiwa, tapi juga jendela dunia dan akhirat. Didalam buku itulah tersimpan cita-cita. Buku bisa menerangkan kegelapan dan membuka pintu-pintu yang tertutup. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here