Beranda Hukum dan Pertahanan Terkait Kekerasan Perempuan dan Anak, Richlany: Pendampingan Kami Lakukan Sampai Penetapan Hukum.

Terkait Kekerasan Perempuan dan Anak, Richlany: Pendampingan Kami Lakukan Sampai Penetapan Hukum.

101
0
BERBAGI
Richlany Mamonto.

BOLTIM lensasulut.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) siap membantu masyarakat dalam memenuhi hak-haknya dalam perlindungan perempuan dan anak. Demikian Kepala Dinas P3A Richlany Mamonto kepada wartawan Selasa (11/12/2018).

Dikatakannya, jika ada yang melihat, mendengar atau mengalami kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bisa langsung menghubungi DP3A. “Ketika ada yang mengalami kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa menghubungi DP3A, atau bisa langsung menghubungi call center kami di nomor: 082271543497,” ujarnya.

Dia menambahkan, P2TPA sudah bekerja sama dalam menangani kasus bersama pihak kepolisian yang ada di Boltim. “Kepolisian sangat responsive demikian juga pihak Kejaksaan Negeri Kotamobagu, sehinggah segala bentuk kekerasan yang terjadi segera tertangani dengan baik sampai tuntas proses hukumnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, P2TP2A giat mendampingi korban kekerasan fisik maupun psikis secara total di wilayah Boltim. “Tim kerja P2TP2A bekerjasama secara maksimal dalam pendampingan kasus yang ada melalui devisi pelayanan seperti devisi hukum, medis dan sosial,” terangnya.

Menurut Richlany, Ditinjau dari angka kasus yang ada, dari bulan Januari sampai Desember 2018 ini peningkatan kasus sangat signifikan. Namun angka ini bisa ditekan, dengan adanya kesadaran serta kepedulian dari korban ataupun masyarakat yang melapor jika ada kekerasan fisik maupun psikis. “Tahun 2018 kasus yang telah ditangani sebanyak 25 kasus, diantaranya kasus anak dan perempuan baik fisik maupun psikis berjumlah 22 kasus, KDRT 2 kasus, kasus orang dewasa 1 (kasus percobaan pemerkosaan), dalam hal ini anak sebagai korban dan anak sebagai palaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH). Dan semua kasus yang terlapor kami lakukan pendampingan dari proses penyidikan sampai ada penetapan hukum, melalui P2TP2A Kabupaten Boltim. Dan saya sangat berharap pada tahun 2019 nanti KDRT maupun kekerasan terhadap anak di Boltim ini sudah tidak ada lagi,” pintanya. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here