Beranda Bolmong Timur Perangi Penyakit Malaria Dan DBD, Masyarakat Dihimbau Lakukan Giat PSN.

Perangi Penyakit Malaria Dan DBD, Masyarakat Dihimbau Lakukan Giat PSN.

261
0
BERBAGI
Kepala Puskesmas Kotabunan, dr Marzuki Abdul.

KOTABUNAN lensasulut.com – Memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi, tentu dapat meningkatkan tempat berkembang biaknya nyamuk. Hal ini berdampak langsung terhadap tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti. Beberapa pengaruh  lain variabel iklim antara ini yakni penyakit  yang bersumber dari reservoir seperti  Malaria dan Demam Berdarah Dengue  (DBD). Selain itu curah hujan  mempengaruhi siklus hidup nyamuk dan penularan penyakit.

Demikian Kepala Puskesmas (Kapus) Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dr. Marzuki Abdul kepada wartawan, Selasa (8/1/2019).

Untuk Pencegahan DBD kata dia, yang paling Efektif dan Efisien adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.

“3M antara lain pertama, Menguras/Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember penampungan air, penampung air lemari es, dan lain-lain. Yang kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, tong air. Dan yang ketiga memanfaakan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD,” terang Marzuki.

Selain itu dia menjelaskan tentang maksud dari PLUS yang ditambahkan pada 3M. “PLUS adalah menaburkan bubuk Larvasida (Abate), menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya ventilasi rumah, dan menghindari kebiasaan menggantung Pakaian didalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim,  Eko Marsidi SKM.ME, mengingatkan kepada masyarakat Boltim, khususnya Kotabunan, salah satu bentuk pencegahan penyakit DBD adalah melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang secara rutin dilakukan seminggu sekali.

“Pencegahannya adalah melakukan bersih-bersih lingkungan secara rutin seminggu sekali,” ujar Marsidi.

Kata dia, sudah berulang kali Dinkes Boltim mensosialisasikan baik melalui posyandu maupun media radio dan cetak untuk bersihkan lingkungan sekitar rumah dan didalam rumah. “Sudah berulang kali Dinkes mensosialisasikan baik posyandu maupun media radio dan cetak untuk bersihkan lingkungan sekitar rumah dan didalam rumah,” tuturnya sembari mengimbau agar ajak tetangga dan saudara serta keluarga yang lain untuk membersihkan lingkungan,” tutupnya.

Dikabarkan Dinkes Boltim sudah melakukan tindakan preventif dan promotif serta foging disejumlah daerah di Boltim. (matt rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here