Beranda Manado Aksi Tanggap DBD Metode Ramah Lingkungan Jadi Perhatian Warga Kilu Permai.

Aksi Tanggap DBD Metode Ramah Lingkungan Jadi Perhatian Warga Kilu Permai.

270
0
BERBAGI

MANADO LensaSulut.com – Bhakti Sosial ‘Tanggap Demam Berdarah’ dilaksanakan di area Kilu Permai Mapanget, Kamis (10/1/2019). Kegiatan ini menjadi perhatian warga sekitar karena menurut mereka, alat yang digunakan berbeda dengan yang sering digunakan selama ini. Seorang ibu warga setempat menuturkan, bahwa mereka tak perlu menghindar jauh dari lokasi saat petugas melakukan penyemprotan di titik-titik yang berpotensi dan menjadi tempat bersarangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah (DBD).

“Alat yang digunakan petugas ini tidak seperti biasanya. Kalau saat ini kami tak terlalu merasa terganggu karena alatnya tidak mengeluarkan asap yang banyak. Kalau fogging yang selama ini digunakan, itu asapnya banyak sekali, sehingga kami harus meninggalkan tempat. Tapi kali ini hanya terlihat seperti uap saja,” tuturnya.

Aksi tanggap DBD ini kata Baso Affandi koordinator sekaligus penggagas kegiatan, dilakukan menggunakan metode ramah lingkungan. Aksi ini lanjut dia, dilakukan di tiga titik area Kilu Permai.

“Kami menggunakan metode ramah lingkungan, dengan alat yang tanpa asap. Lokasi awal kegiatan ini yakni RA Baitush Sholihin, Masjid Baitush Sholihin, dan Gereja Jemaat Logos Kilu Permai, serta lingkungan sekitarnya,” ujar Affandi.

Baso Affandi SH

Baso Affandi yang juga Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk DPRD Kota Manado, Dapil Singkil-Mapanget dari Partai Hanura nomor urut 1, menjelaskan bahwa bhakti sosial tanggap DBD ini akan dilakukan di banyak lokasi.

“Aksi tanggap DBD ini untuk meminimalisir tingkat penyebaran wabah DBD di Sulawesi Utara, khususnya di Manado akan dilakukan di banyak lokasi. Hari ini adalah kegiatan awal dari aksi Tanggap Demam Berdarah menggunakan metode Ramah Lingkungan,” ungkap pria yang dikenal dengan tagline BAIK. (jeff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here