Beranda Publika Hanya Berdagang Di Pinggiran Jalan, Ibu Ini Mampu Jadikan Anaknya Sarjana.

Hanya Berdagang Di Pinggiran Jalan, Ibu Ini Mampu Jadikan Anaknya Sarjana.

1032
0
BERBAGI

BOLTIM lensasulut.com – Bekerja pada orang lain, lebih baik kerja sendiri. Karena selain mandiri, yang terpenting bisa leluasa mengatur waktu bersama keluarga.

Pertimbangan ini yang memicu Rafaola Ambalao (41) warga Kotabunan Barat (Kobar) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk banting tulang dalam menapaki hidup dan memilih berjualan di pinggir jalan trans Kotabunan Selatan (Kotsel).

Demi mewujudkan mimpinya agar anak-anaknya menjadi Sarjana,
dengan tekad bulat dan dukungan keluarga, Ola (sapaan akrab) selama 22 tahun berjualan dengan beraneka ragam jualan. Mulai dari  kue basah, kue kering, Es Cendol, Bua-buahan, rujak, Kolak dan lain-lain.

Tempat jualannya tepat di pinggiran jalan yang terdapat di kompleks Alfamart Kotabunan Selatan Kecamatan Kotabunan.

Sehari-harinya ola menerima titipan aneka kue basah seperti Balapis, Lalampa dan  kacang goreng yang dijual mulai 1.000 sampai 2.000 rupiah. Untuk Rujak dan Es Cendol itu dibuatnya sendiri. Sang suami juga ikut membantunya.

Keuntungan per hari kata Dia, berfariasi tergantung cuaca. kadang lebih, dan sering kali kurang. Namun baginya sudah sangat lumayan.

“Namanya rezeki dagang kan tidak bisa dipatok. Jika musim panas, omset bisa lebih dari Rp8000 ribu. Sebaliknya jika cuaca hujan kadang hanya 400 ribu dan itu sudah lebih dari cukup, ungkapnya saat diwawancarai lensasulut.com, Senin (5/2).

Ibu tiga anak ini mengaku  pernah mendapat keuntungan yang lebih pada bulan puasa  dengan menjual makanan takjil. “Pernah saya waktu puasa, 17 juta uang saya terkumpul,” ungkapnya.

Ola sekeluarga tergolong hemat dan pandai menabung. Hasil usaha selama 22 tahun, ia kini sudah memiliki rumah yang terletak di Kotabunan Barat dan didalamnya terdalat barang-barang elektronik seperti TV, Kulkas dan Mesin Cuci.

Seiring debut bisnisnya dari berjualan aneka kue dan buah sejak 22 tahun lalu, Ola mampu menyekolahkan anak sulungnya yang kini sudah selesai kuliah, dan menyandang gelar sarjana. Selain itu Dia mempunyai tabungan untuk persiapan anak keduanya laki-laki yang juga akan masuk kuliah.

Ditanya apakah pernah menerima bantuan dari pemerintah, spontan Ola menjawab, bahwa dia tidak pernah berharap bantuan dari siapa pun.

“Kita nda pernah berharap bantuan dari siapapun, karena kita juga tau mancari,” tukasnya dengan logat Manadonya.

Ola mengungkapkan, dirinya tetap akan menekuni kerjanya itu. Sebab menurutnya, dengan hasil dari berjualan itu anak-anaknya bisa sampai ke perguruan tinggi.

“Saya tetap berjualan ini karena sudah dari dulu menjadi pekerjaan saya. Ongkos kuliah anak sampai jadi sarjana hanya hasil jualan ini,” imbuhnya. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here