Beranda Nasional Ancaman Demokrasi Jelang Pengumuman KPU

Ancaman Demokrasi Jelang Pengumuman KPU

285
0
BERBAGI
Abdul K Tulusang

JAKARTA LensaSulut.com — Peneliti Pemilu Abdul K Tulusang, menilai ada ancaman Demokrasi Menjelang Pengumuman KPU pada 22 Mei untuk hasil Pemilu Presiden & Wakil Presiden. Dikhawatirkan akan terjadi aksi massa atau “People Power” seperti yang terus diteriakkan, bahkan meminta KPU agar mendiskualifikasi Paslon Capres Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, oleh kubu capres cawapres oposisi Prabowo-Sandi.

Sementara kebanyakan orang yakin bahwa KPU telah melakukan kerjanya sesuai tugas dan fungsinya dengan baik secara transparan walaupun menurut Abdul, KPU bekerja dalam keadaan sulit. “Pemilu serentak tanggal 17 April 2019 merupakan praktik sejarah terbesar dalam demokrasi di dunia,” tutur Abdul, pemuda asal Sulawesi Utara kepada media ini, Selasa (14/5) di Jakarta.

Bagi Abdul, salah satu kekhawatiran ancaman bagi Demokrasi yakni adanya kecaman kepada KPU untuk mendiskualifikasi kepada Paslon Jokowi-MA. Hal ini lah yang dinilainya, mengancam Demokrasi Legitimasi hasil Pemilu. “karena dalam pandangan Kubu Paslon Prabowo-Sandi menduga, bahwa pemilu 17 April 2019 ada dugaan Kecurangan terhdap hasil pemilu, Kemudian dengan menuding KPU curang,” imbuhnya.

Pemilu 2019 kata Tulusang, adalah pemilu yang transparan, tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh KPU baik melalui Situng maupun perhitungan suara manual secara berjenjang.

“Jika pandangan kubu Paslon Capres & Cawapres Prabowo-Sandi tidak puas dengan hasil akhir dari KPU, semestinya menempuh jalur Konstitusi yakni Mahkamah Konstitusi (MK) bukan dengan Jalan People Power yang selama ini terus digaungkan. Inilah solusi Demokrasi,” ujar Peneliti pemilu Abdul. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here