Beranda Manado FKUB Manado Kunjungi Plaza Ramadhan, Pdt Renata Sampaikan Pesan Kerukunan.

FKUB Manado Kunjungi Plaza Ramadhan, Pdt Renata Sampaikan Pesan Kerukunan.

159
0
BERBAGI
Ketua FKUB Manado, Pdt. Renata Ticonuwu S.Th saat menyampaikan sambutan.

MANADO LensaSulut.Com — Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1440-H, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado, melakukan kunjungan ke Plaza Ramadhan, pusat kuliner yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan di lapangan Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Manado, Minggu (19/5/2019).

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua FKUB Manado, Pdt. Renata Ticonuwu S.Th (GMIM) terdiri dari berbagai perwakilan, yakni Sekertaris Sofyan Lapasau (Islam), Anggota: Tjandra Nangoy SE (Budha), Dr. Dewa Katja (Hindu), Drs. Suntje Tilung (Konghuchu), Drs. Lendy Sumolang (Budayawan), Dr. Chris Rorong (Protestan), Drs. Hi. Ibrahim Moki (Islam), Hj. Marfuah Kasim (Islam), Pdt. Ruth M.Th (Protestan).

Safari yang mengusung visi MERAWAT KERUKUNAN DALAM PERBEDAAN ini bekerjasama dengan panitia Plaza Ramadhan Remaja Masjid Miftahul Jannah kelurahan Ternate Baru, dengan mengangkat Tema “DAMAI DALAM KERUKUNAN, RUKUN DALAM KEDAMAIAN”.

FKUB Manado berbaur bersama ratusan pengunjung di pusat kuliner Plaza Ramadhan dalam suasana keakraban dan kekeluargaan.

Dalam sambutannya dihadapan ratusan pengunjung yang datang dari berbagai wilayah kota Manado dengan berbagai latar belakang agama dan suku, Pdt. Renata Ticonuwu menyampaikan keberadaan serta tujuan berdirinya FKUB.

“FKUB didirikan lewat peraturan bersama dua menteri, yakni Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri sejak tahun 2006 yang merupakan keterwakilan dari umat beragama yang ada. Dan disinilah kami selalu berdiskusi, berdialog, tukar pikiran bahwa bagaimana bangsa ini yang terdiri fari berbagai macam suku, agama, tetap ada yang namanya kerukunan, bahkan utuh dalam keberagaman dengan toleransi kehidupan,” seru pria yang akrab disapa Pendeta Renata.

Embrio toleransi lanjut pendeta Renata, sebenarnya sudah ada sejak bangsa ini didirikan, karena para pendiri bangsa tak melihat dari suku apa dan agama apa bangsa ini didirikan, tetapi mereka mau bersatu bersama-sama. “Dan saat ini kita telah berada dalam satu kebersamaan lewat rasa memiliki bangsa ini dalam falsafah nasionalisme Pancasila. Maka marilah dalam bulan Ramadhan ini, kita bersatu padu untuk mengangkat bangsa ini,” ujarnya, sembari berpesan bahwa, Ramadhan merupakan momentum merawat kebersamaan dan persaudaraan. (jefry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here