Beranda Publika Puasa dan Hubungannya Dengan Kesehatan Menurut dr. Marzuki

Puasa dan Hubungannya Dengan Kesehatan Menurut dr. Marzuki

209
0
BERBAGI
dr. Marzuki Abdul

BOLTIM lensasulut.com — Nabi Muhammad SAW, telah banyak bersabda yang dapat menjadi petunjuk tentang adanya hubungan erat antara puasa dengan kesehatan,
Antara lain ‘Berpuasalah kamu agar
Kamu menjadi Sehat. Bagi tiap-tiap Sesuatu ada pembersihnya dan pembersih tubuh kasar adalah puasa’

“Tiada wadah yang didapati oleh Anak Adam (seseorang) lebih padat dari pada perut besarnya sendiri. Cukuplah bagi Anak Adam (seseorang) beberapa suap/kepal makanan, sekedar menegakkan tulang sulbinya. Jika memang perlu ditambah, (hendaknya perut besar itu) sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk hawa (bernapas). Demikian dalam berbagai riwayat Rasulullah,” terang Dr Marzuki Abdul kepada media ini belum lama ini.

Menurut dokter Marzuki Abdul, jika sudah kenyang, seseorang tidak usah makan lagi sebab, asal tiap-tiap penyakit adakah karena terlampau kenyang. “Rasulullah menegaskan, bahwa ilmu dan akal (kecerdasan) tidak mungkin ada bersama perut besar yang senantiasa dipadati dengan makanan,” tutur pria 34 tahun ini.

Umar bin khatab pernah berkata
“kuasai dan tahanlah perut besarmu, karena itulah yang merusak tubuhmu, ia mendatangkan penyakit dan menyia-nyiakan sholat,” Imbuh Kepala Puskesmas Kotabunan ini.

Para ahli kesehatan dewasa ini lanjutnya, banyak tertarik pada cara-cara pengobatan dengan cara memperhatikan mengenai makanan dan minuman. Mereka biasa menekankan kepada para pasien tentang perlunya pantang (himyah), atau yang lebih lazim dikalangan mereka dengan sebutan diet dalam aturan makan, tentang kadar, menu.

“Sifat-sifat makanan, serta cara penyajian tentang waktu-waktu makan tidak mengindahkan aturan tersebut akan berakibat datangnya beberapa penyakit, seperti maag, kencing manis (diabetes), tekanan darah tinggi (hipertensi), dysentri, typhus, kolera, asthma, jantung, syaraf, kanker, rematik dan lain lain,” Sebut Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Utara (Sulut) ini.

mantan aktivis HMI Direktur Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI-HMI) Cabang Manado Tahun 2009 ini menambahkan, bahwa berpuasa pada bulan ramadhan menjadi penanda penting dari Islamic medicine (Kedokteran Islam).

“Kedokteran Islam, seperti juga istilah Kedokteran Barat, Kedokteran China, Kedokteran India, dan lain-lain, merujuk pada pendekatan berbasis tradisi dan budaya dalam perawatan kesehatan dan pengobatan penyakit,” jelasnya.

“Teknologi telah membuat kedokteran barat maju sangat pesat. Obat-obatan baru ditemukan hampir setiap saat, tetapi ada 3 (tiga) penyakit penting yang menunjukkan bahwa Kedokteran Barat itu tidak sebagaimana yang dibayangkan kehebatannya, antara lain: (1) Kanker, 2) Adiksi (Ketagihan) dan yang ke 3 Gila (Skizofrenia). Tiga penyakit ini sebagai contoh saja belum dapat diobati secara paripurna hingga saat ini. Itulah sebabnya tidak keliru jika menoleh perspektif kedokteran yang lain,” papar Pria yang akrab disapa Kiki ini.

“Diperkirakan 80% populasi di banyak negara berkembang bergantung pada sistem pengobatan tradisional dan 70-80% populasi di negara maju telah menggunakan beberapa bentuk pengobatan alternatif atau komplementer (WHO, 2008),” ungkapnya.

Ketua Bidang Kesehatan Pemuda Muhammadiyah Sulut ini mengatakan, mengapa Ramadhan menjadi penanda Islamic Medicine? karena ada 3 (tiga) pelaku utama dalam Bulan Ramadhan yang berpeluang berkontribusi dalam perbaikan kesehatan:

“Pertama ritual-ritual, yang membawa pada kestabilan emosi. Kedua Penggunaan tetumbuhan herbal; diisyaratkan oleh hadits di atas bahwa sebaiknya berbuka dengan kurma. Dan yang ketiga Perubahan makan dan waktu waktu; ini berkaitan dengan Diet Praktis. Jadi, Ritual-ritual, Herbal, dan diet, menjadi aspek praktis dari Islamic Medicine,” tukas dokter Kiki.

Dokter Kiki menjelaskan, bahwa ada 3 (tiga) pelaku utama dalam Bulan Ramadhan yang berpeluang berkontribusi dalam perbaikan kesehatan. Pertama, Ritual-ritual yang membawa pada kestabilan emosi, kedua, penggunaan tetumbuhan herbal; diisyaratkan oleh hadits di atas bahwa sebaiknya berbuka dengan kurma, dan yang ketiga perubahan makan dan waktu-waktu, ini berkaitan dengan Diet Praktis.

“Jadi, ritual-ritual Herbal dan diet, menjadi aspek praktis dari Islamic Medicine,” ungkapnya.

“Sebagai informasi, obat herbal adalah bentuk obat tradisional yang paling umum digunakan dan menguntungkan di pasar internasional serta menghasilkan $.5 miliar pendapatan AS di Eropa Barat, $.14 miliar AS di Cina dan $.160 juta AS di Brasil (WHO, 2008),” tuntasnya. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here