Beranda Bolmong Timur Warga Bulawan Kesulitan Mendapatkan Gas 3 Kg, Ini Penjelsan PT. Mangimbali.

Warga Bulawan Kesulitan Mendapatkan Gas 3 Kg, Ini Penjelsan PT. Mangimbali.

325
0
BERBAGI
(foto ilustrasi)

KOTABUNAN lensasulut.com — Arus keluhan dari masyarakat kembali terdengar. Gas elpiji 3 kg bersubsidi yang semakin sulit ditemukan di sebagian besar wilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sejak beberapa hari terakhir ini jadi pemantik. Meski tersedia, harganya ada yang menembus Rp 30.000 sampai 32.000  per-tabung atau jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 21.000.

Sepertinya hak-hak masyarakat kecil untuk mendapatkan keringanan harga dengan kebijakan subsidi semakin sulit di Totabuan paling Timur ini. Hal ini memantik reaksi warga khususnya Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu.

“Kami berharap distributor yakni pihak PT. Mangimbali menentukan stok gas 3 kg. Tentukan saja berapa perminggu untuk wilayah Kotabunan dan Bulawan, sebab biasanya dalam satu minggu dua kali masuk. Sekarang tinggal satu minggu satu kali masuk, dimana jata untuk Kotabunan dan Bulawan hanya 50 tabung per minggu otomatis tidak akan cukup,” kata salah satu warga Bulawan yang namanya tak mau di publis, Minggu (18/8/2019).

“Kalau untuk Desa Bulawan sendiri, jika gas 3 kg masuk seminggu satu kali, otomatis tidak akan cukup sebab dalam satu minggu hanya 50 tabung yang masuk sehingga hal ini perlu dipikirkan kembali itu yang menjadi harapan kami. Meski dalam satu minggu 200 tabung yang akan masuk di Bulawan,  jelas tidak akan cukup. Sehingga kami minta dari pihak PT. Mangimbali agar mencari solusi biar tidak akan terjadi kelangkaan,” pinta warga.

Yang mengherankan lanjut warga, banyak tabung-tabung yang beredar dan penjualannya sudah tidak sesuai  HET. “Tabung elpiji 3 kg sudah banyak yang beredar dan penjualannya sudah di atas Rp 30.000. Atinya bukan tabungnya yang ilegal tapi penjualannya,” tutur warga lainnya.

Senada dikatakan Santi Halidu, Warga Dusun 3 Bulawan. Untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg, Ibu rumah tangga ini terpaksa membeli di daerah tetangga yakni Minahasa Tenggara (Mitra). Sebab di Desa Bulawan harganga sudah tidak sesuai dengan HET.

“Kalau disini (Bulawan-red) harga gas elpiji 3 kg harganya 30 sampai 32 ribu dan sangat sulit dicari. Jadi saya terpaksa membeli gas di Desa Ratatotok,” kata Halidu.

Mereka pun berharap pertamina bersama pemerintah kabupaten perlu mengevaluasi kembali mulai sistem distribusi atau penyaluran sampai ke siapa saja yang berhak menjual dan siapa pula yang berhak membeli. Dengan demikian, kedepannya tidak ada lagi elpiji jatah masyarakat miskin itu yang jatuh ke konsumen-konsumen tak berhak.

Terkait hal ini, Pihak PT Mangimbali, melalui Andre Welan saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, bahwa kuota untuk Desa Kotabunan dan Bulawan tidak ada perubahan.

“Kouta untuk Kotabunan dalam satu minggu hanya satu kali masuk per-pangkalan. Dari dulu sampai sekarang sama saja tidak pernah berubah. kuota 50 tabung memang hanya dipangkalan tertentu terlebih dipangkalan baru. Dikotabunan dan Bulawan hanya satu pangkalan baru, sehingga hanya 50 tabung yang lain malah lebih. Kebanyakan rata-rata seratus tabung keatas,” jelas Andre Welan, Minggu (18/8/2019).

“Jadi info yang beredar, itu keliru. yang ada, untuk penyaluran tidak ada sama sekali berubah. Dari kami (PT Mangimbali-red) tetap sama saja untuk Kotabunan dan Bulawan,” sambung Welan.

Soal permintaan masyarakat terkait penambahan kuota lanjut Welan, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak pertamina. “Saya akan koordinasikan dulu dengan pertamina apa masih ada kuota atau tidak,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bagian SDA dan Ekbang Boltim, Hasman Bahansubuh mengatakan, penyaluran LPG 3 Kg di Boltim, pihaknya belum mengetahui jumlah yang di distribusi.

“Bagian SDA dan EKBANG hanya sebatas Koordinasi bukan sebagai pengawas, sementara Perjanjian Kerja sama Penyaluran LPG Pihak pertama PT. PERTAMINA, (sebagai pemilik ). sementara pihak kedua  adalah agen penyalur kebetulan di Boltim PT Mangimbali  Sejahtera. Jumlah yang akan didistribusikan tertuang dalam kontrak yang jadi pegangan kedua belah pihak,” jelas Bahansubuh. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here