Beranda Bolmong Timur Bupati Boltim Hadiri Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama

Bupati Boltim Hadiri Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama

68
0
BERBAGI

MANADO lensasulut.com — Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, SH menghadiri kegiatan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama optimalisasi penerimaan daerah dan manajemen aset daerah antara Pemerintah Daerah (Pemda) se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se-Sulut, ATR/BPN Wilayah Sulut, DJP Wilayah Suluteggomalut, Bank Sulutgo, bertempat di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (10/9/2019).

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kajati Sulut, Pimpinan Bank SulutGo, Pimpinan Badan Pertanahan Nasional Wilayah Sulut serta Bupati/Walikota dan Sekretaris Daerah (Sekda) se-Sulut tersebut mengangkat tema “Upaya pencegahan korupsi melalui optimalisasi pendapatan daerah dan penertiban aset daerah”.

Adapun penandatangan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh kepala daerah se-Sulut disaksikan langsung Pimpinan KPK RI, Saut Situmorang.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengungkapkan pemekaran wilayah menjadi alasan utama agar pengelolaan aset dapat dilakukan secara baik dan cermat. Karena aset daerah berkaitan dengan investasi untuk mendatangkan pendapatan.

“Contohnya, ada beberapa aset tanah yang dimiliki Pemprov Sulut yang tidak digunakan akhirnya dapat dimanfaatkan menarik investor untuk berinvestasi di bidang pariwisata,” ujar Olly.

Sementara itu, Pimpinan KPK Saut Situmorang mengatakan, pihaknya berharap kerjasama tersebut dapat berjalan dengan baik. Ia pun meminta agar kepala daerah kompak.

“Tugas KPK bukan hanya melakukan penindakan hukum, tetapi juga pencegahan. KPK itu kerjanya sebagai trigger mekanisme, salah satunya mendorong orang melakukan perubahan. Tujuannya menciptakan rakyat sejahtera,” tegasnya.

Terpisah Bupati Sehan Landjar mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KPK tersebut karena terkait dengan pendapatan daerah serta aset daerah.

“Kita terus maksimalkan seluruh potensi pendapatan daerah, dengan terus menggali apa yang bisa dijadikan objek untuk menambah kas daerah. Sebab, bagaimanapun juga pemerintah pusat sejauh ini sudah cukup banyak membantu daerah yang sudah 11 tahun berdiri ini. Nah, sebagai bagian dari ucapan terima kasih, tentu kita tidak harus terus menerus merangkak. Kita harus bisa mengoptimalkan seluruh pendapatan agar rakyat lebih sejahtera,” kata Sehan.

Untuk aset daerah sendiri kata Sehan, kalau daerah yang dipimpinnya sudah cukup baik dalam pengelolaan aset.

“Seluruh aset yang ada di daerah kita semua tercatat. Jika ada kejanggalan tentu kita tidak mendapatkan opini WTP barusan oleh BPK RI. Namun demikian, tentu kita akan terus meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan asset tersebut,” tuturnya.

Kegiatan ini juga turut dihadiri, oleh Sekda Boltim Oskar Manoppo, Asisten III Djainudin Mokoginta, Kepala Inspektorat Meyke Mamahit, dan Kabag Hukum Hendra Tangel serta Kabag TUP. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here