Beranda Publika Nasyiatul Aisyiyah Boltim Gelar Nobar ‘Film 9 Putri Sejati’

Nasyiatul Aisyiyah Boltim Gelar Nobar ‘Film 9 Putri Sejati’

113
0
BERBAGI
Fadlun Wakid

TUTUYAN LensaSulut.com — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akan menggelar nonton bareng (nobar) film ‘9 putri sejati’, di aula gedung kantor Bupati Boltim.

Film tersebut akan diputar pada tanggal 22 Oktober 2019, pada pukul 19.00 WITA. Sekilas terkait konten film berkisah tentang sejarah ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah dalam melembagakan organisasi di Muhammadiyah. Film besutan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini, mengisahkan sembilan orang perempuan yang menjadi pelopor perjuangan emansipasi perempuan dalam wadah organisasi perempuan pertama di Hindia Belanda bernama Sopo Tresno yang kemudian berganti nama menjadi ‘Aisyiyah.

Ketua Nasyiatul Aisyiyah Boltim, Fadlun Wakid mengatakan, pemutaran film ini akan dihadiri unsur pemerintah dan OKP, terutama OKP-OKP perempuan di Boltim.

“Ini kisah perjuangan emansipasi perempuan, terutama dalam hak pendidikan pada perempuan, sehingga itu selain perempuan Muhamadiyah yang hadir, OKP perempuan di Boltim juga kita undang,” Terang Fadlun, Selasa (15/10/2019).

“Semoga dengan pemutaran film ini akan memberi energi positif bagi perempuan-perempuan di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di Boltim, karena perempuan adalah madrasah pertama yang harus menjaga dan mencerdaskan generasi penerus.
Bagaimana perjuangan perempuan untuk mendapatkan haknya terutama dalam hal pendidikan, dan Muhammadiyah dibawa pimpinanan KH. Ahmad dahlan memberikan ruang untuk itu,” sambungnya.

Film ini diperankan Diyah Puspitarini selaku Ketua umum PP Nasyiah, dan siswi Madrasah Muallima’at Jogja.

Harga tiket nonton lanjut Fadlun, dibanderol dengan harga Rp35 ribu perorangnya. Sejak dirilis di Universitas Aisyiyah Jogjakarta beberapa bulan lalu, film ini sudah diputar di berbagai kota di Indonesia seperti di Pekalongan Surabaya, serta beberapa kota dan kabupaten lainnya.

“Sulawesi utara, tanggal 20 Oktober pemutaran perdana digelar di aula pemkot Manado, tanggal 21 Oktober di IAIN Manado, pada 22 Oktober di Minahasa Tenggara dan Boltim, tanggal 23 di Stikes Muhamadiyah Manado, 25 Oktober di Kotamobagu, 26 Oktober di Bolsel dan 27 Oktober 2019 di Minahasa Selatan,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here