Beranda Bolmong Timur Amalia Bicara Peran Pemuda Saat Hadiri Kunker Bupati Sehan Landjar

Amalia Bicara Peran Pemuda Saat Hadiri Kunker Bupati Sehan Landjar

72
0
BERBAGI
Nampak, Amalia Landjar saat berbicara tentang peran pemuda di Kunker Bupati Sehan Landjar.

KOTABUNAN, LensaSulut.com — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Amalia Landjar menghadiri kunjungan kerja Bupati Boltim Sehan Landjar, dalam rangka Evaluasi Pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) se-Kecamatan Kotabunan Tahun Anggaran 2019. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Rabu (30/10).

Saat diberi kesempatan bicara, Amalia menegaskan jika kehadirannya di kegiatan ini bukan karena persiapan agenda politik 2020. Ia memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ia hadir sebagai Ketua KNPI Boltim. “Saya memang benar-benar mau terlibat dan bekerja sama dengan pemerintah, baik itu eksekutif maupun legislatif. Ini tidak ada keterkaitan dengan niat ke depan. Ini benar-benar saya mau tampil di depan masyarakat,” ketus Amalia Landjar.

“Jujur saya pribadi itu susah bangun pagi. Karena memang kegiatan ini hanya sekali dilakukan dan ini kesempatan posisi saya masih berada di Boltim. Saya harus ada dan ini kunjungan yang pertama (Sebagai Ketua KNPI, red) untuk Kecamatan Kotabunan,” urainya.

Selain itu Amalia Landjar juga menjelaskan kepada seluruh Perangkat Desa, para Sangadi (Kepala Desa, red) dan Sekretaris Desa (Sekdes), sebagai ketua KNPI Boltim, ia bertanggung jawab penuh terhadap pemuda-pemudi Boltim.

“Saya berharap ke depan ini kita akan ada kerja sama yang lebih baik. Mungkin selama ini orang tua hanya menganggap anak muda itu hanya menjadi beban,” tandasnya.

“Hari ini saya akan buktikan, mari kita sama-sama berpegangan tangan. Mari sama-sama kita bangun daerah kita ini mulai dari desa karena saya berniat itu mulai dari desa. Contohnya, tadi ada beberapa desa yang memerlukan BPD, kekurangan BPD. Menurut saya itu peluang buat para pemuda,” terangnya.

Ia pun akan meminta untuk merekomendasikan para pemuda agar ikut serta mengikuti ajang pemilihan BPD.

“Supaya teman-teman saya yang dulu selalu ada komentar, selalu memberikan hal-hal negatif yang menganggap bahwa pemerintah desa tidak selalu berpihak, hari ini saya mau pemuda itu ada di tengah-tengah pemerintah desa. Supaya tidak ada lagi keluhan. Mulai dari muda sampai yang tua, harus berjalan sama-sama,” jelasnya.

Jadi buah pikiran bukan hanya datang dari orang tua tapi juga dari anak muda. Ia memastikan, akan membekap itu.

“Saya berbicara di sini bukan sebagai anak dan aba’ (Ayah), tapi saya berbicara di sini sebagai Ketua KNPI, ketua dari seluruh yang membawahi organisasi kepemudaan Boltim,” tegasnya.

Amalia berharap, pemerintah kabupaten khususnya dari Kepala Dinas PMD, membekap ini.

“Kalau tidak salah, tadi saya dengar akan ada penambahan anggaran di tahun 2020. Saya akan berkoordinasi lagi dengan pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten, bagaimana caranya agar anggaran itu kalau boleh diberikan saja kepada pemuda. Karena saya pikir anggaran yang sudah ada sudah dilakukan perencanaan programnya,” imbuhnya.

“Saya berharap, untuk ketambahan anggaran berikut lebih banyak memikirkan pemuda. Karena memang secara pribadi saya menegaskan kepada pemerintah, baik eksekutif dan legislatif, kalau ada pemerintah dari desa sampai Pemerintah Kabupaten yang tidak mendukung program kepemudaan, saya akan turun langsung dan pasang dada,” tandasnya.

Ia berharap, bisa bekerja sama dengan baik bersama pemerintah. “Minimal saya mulai dari Kecamatan Kotabunan. Mungkin kalau ada kesempatan, nanti di kecamatan-kecamatan lain dan saya akan menyampaikan hal yang sama,” ucapnya.

“Tujuan saya juga bukan hanya mendengar saudara-saudara saya yang sekarang sedang kuliah. Masih banyak juga potensi-potensi lain yang harus saya dengar. Contohnya beberapa desa Bumdesnya tidak ada yang mengelola. Kita bisa memilih atau merekomendasikan teman-teman pemuda yang mungkin ikut serta dalam mengelolah itu,” tuturnya.

Amalia berpendapat, saat ini ia melihat di daerah-daerah lain Bumdes itu dikelola oleh pemuda dan hari ini berjalan dengan baik.

“Siapa tau di Kecamatan Kotabunan kita bisa menjalin kerja sama yang baik. Insyah Allah ke depan nanti Kecamatan Kotabunan akan menjadi satu kecamatan yang luar biasa,” ucap Amalia. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here