Beranda Edukasi Djafar Alkatiri Uraikan Makna Empat Pilar di Depan Ibu-ibu Majelis Ta’lim

Djafar Alkatiri Uraikan Makna Empat Pilar di Depan Ibu-ibu Majelis Ta’lim

114
0
BERBAGI

MANADO LensaSulut.com — Senator DPD RI asal Sulawesi Utara (Sulut) Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M., M.Pdi yang juga sebagai Anggota MPR-RI melakukan tatap muka bersama ibu-ibu Majelis Ta’lim. Kegiatan ini dilaksanakan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI, di Aula kantor DPD perwakilan Sulut, jalan TNI Tikala Manado, Minggu (24/11/2019)

Dalam penyampaiannya sebagai pemateri, Djafar Alkatiri menyampaikan bahwa ibu-ibu mempunyai peran penting dalam membangun kehidupan bangsa. Ia pun meminta agar mereka menjadi ujung tombak dalam menegakkan empat pilar bangsa yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

“Sebagai pilar pertama, Pancasila adalah lambang yang memiliki makna kokohnya negara dan bangsa Indonesia. Pancasila menjadi sangat penting dalam mengakomodir berbagai suku bangsa dan agama dalam keanekaragaman, sehingga dianggap sebagai pilar pluralistik,” ujar Alkatiri.

“Pilar kedua adalah Undang-Undang Dasar 1945. Pilar ini menjadi pedoman penting mengatur hak dan kewajiban kehidupan, sebagaimana dinyatakan pada pembukaan Undang-Undang Dasar. Ini sangat perlu dipahami oleh segenap rakyat, sebagaimana diatur dalam pasal-pasal yang ada pada batang tubuh UUD yang menjadi prinsip yang harus dipegang teguh,” sambungnya.

Tak kalah penting menurutnya Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab para pendiri bangsa dengan berbagai pertimbangan, telah memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia. Alasan utama para pendiri bangsa ini, agar kita rakyat Indonesia bersatu, tidak mudah dibenturkan, dan tidak akan terpecah-belah sehingga tetap dalam bingkai negara kesatuan.

“Begitu pun Pilar Bhinneka Tunggal Ika. Keaneka-ragaman suku dan bahasa serta agama yang dianut, tak membuat seluruh rakyat indonesia merasa berbeda satu dengan yang lain berkat semboyan, Berbeda-beda tetapi satu. Ini adalah semboyan jitu yang merupakan arti dari Bhineka Tunggal Ika. Itulah kemudian semboyan ini menjadi salah satu pilar yang tak kalah penting,” jelas Alkatiri.
(jeff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here