Beranda Manado BKPRMI Manado Gelar Talk Show Wawasan Kebangsaan Perbatasan Indonesia-Filipina

BKPRMI Manado Gelar Talk Show Wawasan Kebangsaan Perbatasan Indonesia-Filipina

83
0
BERBAGI

MANADO LensaSulut.com — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Manado menggelar kegiatan Talk Show Wawasan Kebangsaan Nasionalisme Perbatasan Republik Indonesia – Filipina. Selain dihadiri oleh generasi muda dari berbagai organisasi pemuda Islam kota Manado, dialog ini juga dihadiri oleh Hi. Ayub Ali, anggota DPRD propinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan ini dipandu oleh moderator Amas Machmud, Sekertaris KNPI Manado dengan menghadirkan pemateri Ir. H.M Djafar Alkatiri MM M.Pdi (Wakil Ketua Komite I DPD RI), Dr. Delmus Puneri Salim P.hd (Rektor IAIN Manado), Amato Assagaf (Pendiri Pedepokan & Pengajian Filsafat), di Hotel Travello Manado, Rabu (18/12/2019)

Pada sambutannya Ketua BKPRMI Manado, Suryanto Muarif, MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin agenda kerja BKPRMI Manado. “Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda program kerja BKPRMI Manado. Kegiatan seperti ini sudah yang ke-enam kalinya kami laksanakan selain kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Muarif.

Adapun dilalog ini telah melahirkan 9 rekomendasi yang dirumuskan bersama para pembawa materi. Kesembilan rekomendasi tersebut ialah:
1. Ormas kepemudaan mengintensifkan dialog lintas pemahaman keagamaan dan ideologi kebangsaan secara berkala dan tersosialisai.

2. Mendukung kerja sama pemuda dan masyarakat dalam paham kebangsaan yang bervisi pada Empat Pilar NKRI.

3. Perlunya melokalisir masalah-masalah di setiap lingkungan dengan mempertimbangkan unsur kearifan dan tokoh lokal yang ada di wilayah masing-masing oleh pemuda.

4. Mendorong kerja sama yang baik antara pemuda dan pemerintah untuk menangkal pengaruh negatif bangsa lain dengan melakukan sosialisasi dan diskusi bersama masyarakat.

5. Pemuda harus berkomitmen menyelesaikan problem sosial, ekonomi, politik, budaya dengan berlandaskan ideologi kebangsaan.

6. Meningkatkan koordinasi antar lintas pemuda dengan lembaga sosial keagamaan untuk pencegahan konflik horisontal.

7. Meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda di internal organisasi masing-masing

8. Perlunya penguatan regulasi dan peran strategis pemuda dalam konteks kebangsaan.

9. Mendorong pemuda untuk menyusun konsep dan program pembinaan yang update sesuai perkembangan untuk disodorkan ke pemerintah dan instansi terkait.
(jea)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here