Beranda Life Style Nama Mahasiswi Berprestasi Pendidikan Ini Terinspirasi Dari Sebuah Kuis

Nama Mahasiswi Berprestasi Pendidikan Ini Terinspirasi Dari Sebuah Kuis

411
0
BERBAGI

Oleh: Mikdat Ligawa
Banyak yang bertanya-tanya, mengapa gadis cantik dari pasangan Matt Rey Kartorejo dan Risma Dama dinamakan Irenne. Bahkan nama tersebut menurut kebanyakkan orang khususnya di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, sangat jarang ditemukan nama seperti ini. Rasa penasaran membuncah di pikiran, pertanyaan pun dilontarkan kepada sang ayah Matt Rey Kartoredjo.

“Mengapa Dinamakan Irene?” dengan tenang ayah dari Gadis 19 tahun ini menjawab pertanyaan yang dilayangkan beberapa teman-temannya.

Menurut Matt Rey, nama yang diberikan kepada anaknya itu terinspirasi dari seorang perempuan yang berhasil mendapatkan hadiah 1 Miliar. Teman-teman yang asik minum kopi bersamanya semakin penasaran. “Apa hubungannya nama dengan hadiah 1 Miliar?”

Sambil menyeruput kopi hitam, ia kemudian melanjutkan ceritanya.

“Waktu itu istri saya hamil 5 bulan. Kala itu, saya dan istri saya sedang menonton acara kuis di salah satu stasiun televisi swasta. Nama kuis itu ‘One Stube Milioner’. Dan pada saat itu, ada seorang perempuan yang mengikuti kuis tersebut berhasil mendapatkan hadiah 1 Miliar. Sebab sangat sulit setiap peserta acara kuis tersebut mampu meraih hadiah tertinggi itu, dan perempuan yang berhasil tersebut namanya adalah Ireniza Pradevi, panggilan akrabnya Irenne. Mendengar nama itu, istri saya sangat tertarik dan mengatakan kalau bayi yang dikandungnya jika lahir perempuan akan dinamakan Ireniza Pradevi,” tutur Matt Rey Kartorejo.

Rencana itu sepertinya dijawab oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Malaikat kecil yang dikandung selama sembilan bulan itu lahir berjenis kelamin perempuan.

“Dan Alhamdulillah bayi pertama kami, lahir perempuan. Saat keluarga bertanya mo kase nama sapa? Istri saya menjawab, namanya Ireniza Pradevi Kartorejo,” kata Matt Rey.

Ia kemudian sedikit menceritakan tentang kelebihan yang dimiliki putrinya itu. Menurunya, pada waktu Irene masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia kerap meraih juara di kelas. begitu juga di SMP hal yang sama ia tunjukkan. Nilai ujiannya tetap di atas rata-rata dan selalu mendapat peringkat satu. Setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU), mulai ada persaingan ketat sehingga kadang ia turun di posisi kedua dan juga pernah mendapat juara 3.

Hal itu lanjut Matt Rey, Iren tidak berkecil hati bahkan ia jadikan sebagai motivasi untuk bersaing di bangku pendidikan yang lebih tinggi.

Pada Juli 2019, gadis berparas cantik yang doyan dengan tempe goreng ini melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado jadi tempat berlabuh sebagai tempat menimba ilmu.

Pada saat mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), dua mahasiswa asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendapat sepuluh besar sebagai mahasiswa terbaik. Piagam penghargaan diberikan kepada Alfarizky Mokobombang, fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Ireniza Pradevi Kartoredjo, Fakultas Hukum Syariah. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Rektor IAIN Manado, Delmus Puneri Salim, S.Ag, M.A, M.Res, yang disaksikan kurang lebih 700 mahasiswa.

Meski PBAK diikuti kurang lebih 700 mahasiswa, kedua putra putri Totabuan paling Timur ini mampu bersaing dalam semua kegiatan yang diperlombakan sehingga berhasil masuk dalam sepuluh besar terbaik.

“Ada sekitar tujuh ratus lebih mahasiswa yang ikut kegiatan yang diperlombakan dan Alhamdulillah kami bisa masuk sepuluh terbaik,” ungkap perempuan berdarah Jawa Mongondow Hulondalo ini.

“Ini menjadi satu kebanggaan buat kami karena masuk dalam sepuluh besar itu tidak mudah sebab tujuh ratus lebih mahasiswa yang ikut lomba. Kami sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan kepada kami berdua,” timpal Alfarizky Mokobombang dengan begitu bahagia.

Atas penghargaan itu, keluarga serta kedua orang tuanya begitu bangga. Air mata kebahagian tak dapat dibendung saat menyaksikan anak mereka bisa bersaing dengan ratusan mahasiswa. Harapan dan doa pun terus mengalir bagi Irenne.

“Waktu da lia Iren dapa 10 besar dari kurang lebih tujuh ratusan mahasiswa, tape aer mata malele lantaran sanang dalia tu anak. Kita cuman berharap kelak dia mo sukses dan semoga Allah selalu memberikan kesehatan, dan apa yang dicita-citakan dapat terwujud,” ucap Matt Rey Kartoredjo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here