Beranda Bolmong Timur Mufakat Ketiga, Kawan Perubahan Kembali Gelar Pertemuan di Desa Buyat Dua.

Mufakat Ketiga, Kawan Perubahan Kembali Gelar Pertemuan di Desa Buyat Dua.

59
0
BERBAGI

KOTABUNAN, LensaSulut.com – Mufakat perubahan ketiga sesi 4 kawan perubahan, menyajikan strategi pembangunan desa di masa pandemi serta menjaga hak dan kepentingan publik.

Agenda tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU), Desa Buyat Dua, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Jumat (13/8/2021).

Dalam momentum itu, pendiri kawan perubahan Irvan Basri mengatakan, kehadiran kawan perubahan untuk mengulas strategi pembangunan desa di masa pandemi, terutama terkait hak dan kepentingan publik.

“Di Buyat ini kami berkesempatan untuk bersama-sama berbicara soal pembangunan desa. Kenapa kami memikirkan tentang soal strategi pembangunan desa, karena desa sebagai dasar dari negara sekaligus garis depan di dalam proses pembangunan nasional telah mengalami dinamika dan situasi atau pasang surut proses yang tidak muda di dalam sekitar 5 sampai 8 tahun terakhir,” ujarnya.

Diberitahukannya, sejak kementrian desa ada tentu mereka sudah mengetahui cukup banyak hal bagaimana persentuhan perubahan-perubahan kebijakan strategis di level negara dan pemerintahan, bagaimana pertumbuhan inisiatif-inisiatif yang ada di dalam masyarakat.

“Ada banyak situasi has yang terjadi, dan kita akan coba dekati secara serius. Kita coba ingin mengutuhkan cara pandang kita, tentu bukan hanya dengan para pembicara tapi kita semua yang hadir disini,” kata Basri.

Disebutkan Irvan, di kawan perubahan mereka sangat bersemangat untuk mengetahui detail-detail situasi yang terjadi. Apa yang di dapat dalam diskusi tersebut, bisa menjadi dasar yang baik untuk di bawah ke dalam obrolan-obrolan selanjutnya di berbagai wilayah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), karena masalah desa tentu tidak bisa dibahas hanya beberpa jam dan hanya pada satu titik.

“Se-BMR, kami berupaya untuk mengobrolkan ini beberapa kali. Tentu di dalam beberapa perspektif, dalam beberapa stetmen, sehingga nanti kami bisa mengumpulkannya, menyusunnya, mengkopilasinya dan menerbitkannya untuk dikembalikan menjadi perspektif publik. Karena itu kami memberi penegasan strategi pembangunan desa di masa pandemi terutama terkait hak dan kepentingan publik,
bagaimana memastikan di dalam segala adaptasi akibat pandemi serta hak-hak dan kepentingan publik itu tetap terjaga,” tegasnya.

Ditegaskan pendiri kawan perubahan Irvan Basri, kawan perubahan memegang prinsip krisis adalah kesempatan. Memandang peluang di semua jenjang pemerintahan dan masyarakat.

“Kami di kawan perubahan memegang prinsip krisis is opportunity, krisis adalah kesempatan. Seburuk apapun kenyataan, separah apapun krisis multidimensi yang terjadi, kita melihatnya tetap di dalam pandangan optimistik. Melihatnya sebagai kesempatan untuk konsolidasi yang lebih baik di semua strata situasi pemerintahan dan masyarakat,” tandasnya.

Agenda tersebut mengadirkan Camat Kotabunan Ahmad Alheid, peneliti desa dan penulis buku Max Sudirno Kaghoo, tenaga ahli pengembangan ekomomi desa Dedi Martasen dan staf khusus Bupati Boltim Hendra Damopolii.
(Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here