Beranda Bolmong Timur Suka Duka dari Roti Sampai Sukses Dengan Popcorn dan Kerupuk

Suka Duka dari Roti Sampai Sukses Dengan Popcorn dan Kerupuk

448
0
BERBAGI

Oleh: Mikdat Ligawa.

Untuk menjadi sukses dalam menjalani usaha, butuh ketrampilan khusus, sebab dalam bisnis banyak sekali cobaan dan rintangan untuk menuju kesuksesan. Maka harus belajar memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, karena menemui kesuksesan itu, tidak memiliki batas waktu.

Menggapai kesuksesan dalam usaha, kita juga harus memiliki jiwa dan karakter seorang pengusaha yang sukses, jangan pernah takut menghadapi kegagalan, dan harus berani mengambil resiko.

Seperti halnya Hendra Mokoagow, warga Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang membuka usaha di Desa Proredjo Kecamatan Modayag Kabupaten Boltim, kegigihan dan semangatnya, dengan tujuan ingin sukses dalam merintis usaha miliknya, ia rela berpanasan demi tujuan ingin membesarkan usaha yang di bangun sejak tahun 2009.

“Sekitar tahun 2009 itu awal dari saya membuat roti, dengan dikemas memakai plastik dan ditampung dalam kardus besar, kemudian dijual di kampung-kampung dengan menggunakan sepeda motor, dan waktu itu hanya saya dan istri yang membuat, belum mempunyai karyawan seperti sekarang ini,” tutur Mokoagow. Minggu 19/9/2021.

Menjadi penjual roti keliling, harus punya kesabaran, karena barang yang dibawa seringkali tidak habis, kadang masih banyak yang tersisa, apalagi sudah banyak yang menjual roti.

Dengan semangat ingin menjadi sukses, maka Hendra tidak patah semangat dengan penjualan roti yang semakin merosot. Maka di tahun 2012, Mokoagow mencoba membuat popcorn, makanan ringan yang bahan utamanya menggunakan milu (jagung).

“Karena menjual roti seringkali tidak habis, maka saya mencoba membuat popcorn, dan Alhamdulillah penjualannya meningkat, banyak yang pesan popcorn, itu sampai di Kalimantan, bukan hanya di Bolaang Mongondow, dan disitulah saya mulai mengumpulkan modal,” tuturnya.

Usaha yang dibangun sejak tahun 2009 itu tidak hanya membuat roti dan popcron, kemudian berjalannya waktu, Mokoagow mempersiapkan percetakan kerupuk bulat yang dipesannya dari Jakarta, dan mulai membuat.

“Di tahun 2020 itu, saya mulai membuat kerupuk bulat, sampai tahun 2021 sekarang ini, dan penjualannya, Alhamdulillah lancar, banyak yang beli,” ucap pria kelahiran desa Kotabunan 11 april tahun 1982 ini.

Hendra juga menuturkan kalau usahanya yang diberi nama UD Sumber Nawwaf, di Desa Proredjo tengah, Dusun 5 lorong ambarawa, berawal dari dirinya dan istrinya yang membuat barang yang dijual, karena mempunyai tekat ingin sukses dan jerih payah mereka bertahun-tahun, sekarang ia sudah mempunya karyawan 30 orang yang bekerja di pabrik, dan 8 sepeda motor untuk dipakai karyawan berjualan.

“Sekarang ini juga, saya ingin memperluas usaha ini, ingin membuka pabrik kerupuk bulat di desa kelahiranku, Desa Kotabunan Selatan. Selain ingin mengembangkan usaha, juga bisa membuka ruang untuk pekerjaan bagi warga sekitar,” tandasnya.
(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here