Beranda Bolmong Timur Terkait Vidio Drumband, Dua Mantan Kepsek SMP Minta Maaf.

Terkait Vidio Drumband, Dua Mantan Kepsek SMP Minta Maaf.

90
0
BERBAGI

TUTUYAN, LensaSulut.com – Terkait adanya vidio tarian atraksi drum band yang di peragakan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum lama ini, berdampak dua orang dicopot dari jabatan Kepala Sekolah SMP

Kepala Sekolah SMP Negeri Daerah Kotabunan dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tutuyan yang terdampak pencopotan tersebut meminta maaf kepada seluruh masyarakat dengan kelalaian mereka dalam mengawasi siswa yang mengikuti lomba, yang digelar oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Senin 15 Agustus 2022 lalu.

“Saya sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri Daerah Kotabunan memohon maaf kepada publik, karena ada tarian yang tidak sewajarnya diperagakan anak-anak. Mereka yang masih SMP itu diluar apa yang diajarkan pelatih kepada mereka, tapi apapun itu kami sebagai Kepala Sekolah harus bertangungjawab dengan gantle mengakui bahwa ini adalah kelalaian dan kesalahan kami. Mungkin ke depan kami akan lebih memperhatikan hal-hal yang menyangkut moralitas,” terang mantan Kepala Sekolah SMP Negri Daerah Kotabunan, Lutfi Bazmul S.Pd. Jumat 19/8/2022.

Bazmul juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan terkhusus kepada Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sam Sachrul Mamonto.

“kami juga memohon maaf kepada Pemerintah Daerah, kususnya Bupati, dan kami menerima sangsi yang diberikan bupati kepada kami dengan ikhlas, karena kami menyadari itu kelalaian kami sebagai kepala sekolah,” terang Bazmul

Permohonan maaf juga disampaikan mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tutuyan, Unggu Altje Soroinsing, S.Pd atas adanya gerakan atraksi drum band yang diperagakan oleh siswa saat perlombaan.

“Saya selaku mantan Pimpinan SMP N 3 Tutuyan menyampaikan permohonan maaf kepada semua masyarakat Sulawesi Utara. khususnya masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, teristimewa bapak bupati atas adanya gerakan drumband yang dipertontonkan anak anak kami, dan kami akui hal ini tidak cocok diperagakan oleh anak-anak diusia sekolah,” ucapnya.

Unggu menilai kalau apa yang diberikan bupati, berupa sanksi kepada mereka, itu adalah salah satu pembelajaran yang sangat berharga.

“Dan saya menerima dengan ikhlas sanksi yang diberikan bapak bupati kepada saya, karena saya memahami bahwa hal ini adalah kelalaian saya selaku Kepala Sekolah. Keputusan bupati ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya, bahwa dalam membimbing siswa tidak sekedar membuat siswa pintar, akan tetapi siswa juga harus menjunjung tinggi moralitas,” ucap Soroinsing.

Terimakasih juga disampaikan Soroinsing kepada Bupati Boltim atas edukasi yang diberikan kepadanya.

“Terimakasih pak bupati yang telah mengedukasi saya bahkan masyarakat pada umumnya. untuk kedepannya hal ini akan saya perbaiki. Semoga Tuhan selalu Memberkati kita semua,” tandasnya.
(*Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here