Beranda Bolmong Timur Landjar: “Pemerintah dan Masyarakat Bertanggung Jawab Cegah DBD”

Landjar: “Pemerintah dan Masyarakat Bertanggung Jawab Cegah DBD”

895
0
BERBAGI
Sehan Landjar, Bupati Boltim

TUTUYAN, lensasulut.com-Permasalahan penyakit demam berdarah Dengue (DBD) bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus waspada. Utamanya tahu diri soal menjaga kebersihan. Hal ini dituturkan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar SH, Kamis (29/3).

“DBD timbul akibat lingkungan sekitar kotor dan tidak terawat. Warga sembarang buang sampah, malas membuat saluran pembuangan limbah cair serta membiarkan air tergenang. Itu akar permasalahannya. Bukan setiap ada kasus DBD, lantas pemerintah yang dikoreksi,” ujar Landjar.

Bupati berharap, semua pihak harus sadar. Jajaran Pemerintah Daerah dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) wajib mengedukasi masyarakat. Setiap momentum, warga harus diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Semisal menguras air bak dan membuat saluran pembuangan limbah cair. Ini untuk menghindari genangan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebar DBD.

Menurutnya, tumpukan sampah dapat menyebabkan penyakit menular. Akibatnya lalat dan nyamuk berkembang biak dengan cepat. Sampah yang dibuang sembarangan berjarak 5-10 Km, itu sangat beresiko pada kesehatan masyarakat. Sebab, kuman bisa terbawa angin atau lalat dan nyamuk ke pemukiman masyarakat.

“Selama ini saya selalu mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan tetap bersih. Jangan hanya orang kaya dengan rumah mewah yang harus bersih. Masyarakat kalangan menengah ke bawah yang rumahnya sederhana, juga wajib menjaga kebersihan agar kita semua sehat,” ungkapnya.

Kata dia, istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Boltim sering mengingatkan hal itu. Namun masyarakat sendiri, masih banyak yang tidak mau ambil pusing.

“Nanti kalau sudah kena sakit, baru menyalahkan pemerintah atau Dinas Kesehatan (Dinkes). Kesehatan kita jangan suruh orang lain yang urus. Tetapi kitalah yang harus pintar menjaga kesehatan,” tukasnya.

Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi mengatakan, pihaknya sudah melakukan fogging (pengasapan) di sejumlah desa pekan lalu. Di antaranya Desa Buyat, Buyat 1 dan Buyat 2. Dinkes pula telah menyosialisasikan soal penyebab DBD dan bagaimana pencegahannya ke masyarakat.

“Kami sudah meminta masyarakat dan aparatur desa untuk melakukan kerja bakti massal. Sebab selama tempat perindukan nyamuk masih ada, penyakit DBD tidak bisa dihindari,” tutup Marsidi. Diketahui, fogging siklus ke-2 akan dilaksanakan pekan depan. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here