Beranda Bolmong Timur Terkait Kebudayaan di Boltim, PPKD Sulut Gelar KDT.

Terkait Kebudayaan di Boltim, PPKD Sulut Gelar KDT.

378
0
BERBAGI

BOLTIM lensasulut.com — Tim Penyusun Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Kelompok Diskusi Terpimpin (KDT) terkait kebudayaan daerah, di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Agenda tersebut dilaksanakan di aula lantai dua kantor Dinas Pendidikan Boltim, Selasa (25/6), dan dibuka oleh kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulut, Sonny Parengkuan, yang sebelumnya diawali sambutan selamat datang oleh Kepala Dikbud Boltim, Yusri Damopolii.

Dalam sambutannya Sonny Parengkuan  mengatakan, Pemerintah Provinsi oleh Gubernur Sulut, menerbitkan Surat Keputusan terkait pembentukan Tim Penyusun PPKD Sulut yang diambil dari perwakilan etnis-etnis yang tersebar di Sulut, yakni Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow Raya.

“Kali ini kegiatan kelompok diskusi ini dilaksanakan di Boltim atas permintaan salah satu tim penyusun, sehingga saya berharap agar diskusi kebudayaan ini melahirkan pokok pikiran kebudayaan untuk bisa kami rangkum dalam dokumen kebudayaan daerah provinsi Sulut,” ujar Parengkuan.

Mewakili tim penyusun PPKD, Dr Alex Ulaen, menyampaikan sejumlah hal terkait penyusunan pokok pikiran kebudayaan ini. Kata Ulaen, data-data yang akan terkumpul dalam setiap diskusi akan dibedah oleh tim penyusun untuk dibuatkan dokumen utuh secara menyeluruh dan menjadi bahan untuk masuk dalam aplikasi Borang Kebudayaan Sulut.

“Saya berharap peserta diskusi bisa sinergi dengan kami dalam pemberian data-data, sehingga pengisian borang dalam aplikasi nanti akan detail menggambarkan kekayaan budaya daerah Sulut,” ujarnya.

Kelompok diskusi ini dipandu oleh Dr Denny Karwur, sebagai salah satu tim penyusun PPKD. Para peserta yang terdiri dari pemerhati, pakar, kritikus dan pelaku budaya di BMR memasukkan data yang berkenaan dengan adat istiadat, teknologi tradisional, manuskrip, tradisi lisan, seni, olahraga tradisional, bahasa, dan beberapa model budaya lainnya.

Salah satu peserta diskusi, Robi Datumbanua, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dikbud Provinsi untuk membentuk tim penyusun PPKD Sulut. Menurutnya, salah satu masalah kebudayaan saat ini khususnya di derah Sulut dan Bolmong, terjadi pengikisan budaya. “Bahkan ada banyak tradisi baik seni, olahraga, maupun bahasa Mongondow itu terancam punah.

Ketika provinsi sudah membentuk PPKD, tentu saya berharap kabupaten Kota bisa juga segera membentuk panitia yang sama.

“Masalah budaya menurut saya ada tiga, penggalian, pelestarian, dan pengembangan. Nah tim ini saya harap jadi cikal bakal majunya kebudayaan kita,” kata seniman Bolmong ini.

Diketahui Tim penyusun PPKD Sulut ini terdiri dari 4 perwakilan. Alex Ulaen, Denny Karwur, Fendi Parengkuan, dan Ahmad Ishak. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here