Beranda Manado Mohon Pertimbangan Hati Nurani Walikota Manado Atas Tindakan Anak Buahnya

Mohon Pertimbangan Hati Nurani Walikota Manado Atas Tindakan Anak Buahnya

2546
0
BERBAGI

MANADO LensaSulut.com — Tindakan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Pemerintah Kota Manado yang heboh karena melakukan pembongkaran paksa lapak penjual kue buka puasa di beberapa lokasi, mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Tindakan yang disertai kekerasan yang berujung bentrok tersebut harusnya tak perlu terjadi menurut Ketua BM-PAN Manado Faisal Salim, saat berbincang dengan media ini, Selasa 28/4/2020.

“Harusnya Pol-PP menjadi pengayom bagi mereka Ibu-ibu penjual takjil dengan pendekatan humanis memperhatikan aspek kemanusiaan sehingga tak ada kericuhan saat melakukan penertiban. Bentrokan terjadi karena penjual ingin mempertahankan kehidupan mereka yang bergantung dari hasil pendapatan menjual kue. Itupun belum tentu sesuai dengan harapan, apalagi kalau sampai tempat mereka berjualan sampai dibongkar paksa. Kasihan nasib mereka,” ujar Faisal.

Satpol PP menurutnya, harus peka terhadap situasi dan kondisi sosial saat ini, karena masyarakat kelas bawah merasakan dampak ekonomi yang sangat terpuruk akibat pandemi Corona.

“Harusnya kalau alasan pencegahan penularan Virus Corona sebelum melakukan tindakan, Pemkot Manado harus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh penjual. Dan dalam melakukan edukasi disertai penekanan terhadap sanksi penertiban apabila ketentuan protap antisipasi penularan Covid-19 tidak diperhatikan oleh penjual. Kalau langkah ini sudah dilakukan maka mereka akan menerima konsekuensi akibat kelalaian mereka,” kata Faisal Salim yang akrab disapa Bang Toyib.

“Apalagi kalau mereka belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota seperti yang sudah dijanjikan oleh Walikota Manado yang sudah hampir dua bulan mengeluarkan himbauan agar masyarakat tidak beraktifitas keluar rumah. Ditambah lagi beban psikologi kalau ada anggota keluarganya berstatus karyawan yang dirumahkan akibat perusahaan tempat bekerja terpaksa harus tutup sementara akibat pandemi ini,” sambungnya.

“Jadi kami memohon kepada pak Walikota Manado GS Vicky Lumentut untuk mempertimbangkan berdasarkan hati nurani tindakan beringas yang dilakukan anak buahnya. Untuk itu kami juga berharap agar pak Walikota mencarikan solusi terbaik agar Ibu-ibu itu bisa kembali berjualan. Dan kami juga siap membantu dengan memberikan masukan kepada pak Walikota terkait hal ini. Karena langkah selanjutnya adalah jalan keluarnya dan tak perlu lagi berdebat siapa yang salah dan benar,” tutur Bang Toyib, memohon. (jef)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here