Beranda Bolmong Timur Air di Kotabunan Bermasalah, UPTD SPAM Boltim Diminta Serius Menangani.

Air di Kotabunan Bermasalah, UPTD SPAM Boltim Diminta Serius Menangani.

273
0
BERBAGI

KOTABUNAN, LensaSulut.com – Stopkran di pipa induk Dusun Dua, Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang dipasang oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Boltim, bermasalah.

Persoalan itu pun memicu kekecewaan sebagian warga setempat, karena air yang melintas di jalur tersebut yang menjadi sumber kehidupan mereka tidak mengalir. Diduga ada oknum nakal dengan sengaja sering menutup stopkran tersebut, sehingga air tidak dapat masuk di sebagian rumah warga.

Menyikapi perkara ini, Kepala UPTD PUPR Boltim, Winanda Modeong mengatakan, stopkran yang dipasang di jalur tersebut bertujuan untuk membagi debit air untuk jaringan pipa distribusi arah lapangan Kotabunan kiri maupun kanan jalan.

“Terkait aduan dari masyarakat yang berada di jaringan distribusi sebela kiri jalan (utara ke selatan), kami dari pihak UPTD SPAM sudah turun langsung ke lapangan dan kembali mengatur debit air tersebut,” ujar Modeong saat dikonfirmasi kuli tinta melalui WhatsApp, Minggu 6 Agustus 2023.

Ia menyebutkan, menurut penuturan dan aduan kembali dari masyarakat, ada oknum yang mengotak-atik stopkran tersebut sehingga menyebabkan air jalur kiri tersebut kembali tidak mengalir.

“Untuk hal tersebut, kami UPTD memohon maaf atas kejadian tersebut. Dalam waktu dekat, kami akan selesaikan persoalan tersebut,” ucapnya.

Pernyataan Kepala UPTD SPAM ini pun dinilai banyak janji, karena sudah beberapa kali keluhan disampaikan terkait masalah tersebut namun sampai saat ini stopkran yang menjadi pemicu konflik sejumlah warga setempat tak kunjung dicabut.

“Sampai saat ini air tak mengalir, sedangkan kami juga sudah membayar kepada pihak yang mengelola air ini, tapi air berjalan hanya hari itu juga, kemudian mereka memasang stopkran di pipa induk sampai air tidak mengalir. Kami juga sudah meminta tolong untuk menyampaikan hal ini kepada Kepala UPTD SPAM PUPR Boltim, Winanda Modeong, tapi sampai saat ini cuma banyak ba janji,” kata Zein Kasim, salah satu warga setempat yang tidak menikmati air tersebut.

Nada serupa juga dilontarkan Fahri Lapadjawa. Ia mengatakan, sampai saat ini air tidak mengalir ke rumah mereka karena stopkran yang dipasang di pipa induk oleh pihak PUPR Boltim dan air hanya mengalir disebagian rumah warga.

“Mungkin air ini hanya diberikan kepada orang-orang yang dipilih tapi bukan kami, karena sampai saat ini stopkran tersebut tidak kunjung dicabut oleh pihak PUPR Boltim,” beber Lapadjawa.

Sementara itu, Rahma Paputungan yang juga merasakan dampak tersebut berharap, stopkran tersebut segera dicabut.

“Kiapa stau ini aer nda mo ba jalang. Itu stopkran yang dorang (UPTD SPAM) ada pasang kong nda mo cabut jo,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya Kepala UPTD PUPR Boltim, Winanda Modeong mengatakan mereka akan mencabut stopkran tersebut pada Kamis 3 Agustus 2023 sehingga air bisa mengalir di sebagian rumah warga, namun sampai saat ini tak kunjung datang dengan berbagai “alasan”.
(Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here