Beranda Bolmong Timur Lebaran Ketupat di Modayag: Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi

Lebaran Ketupat di Modayag: Merajut Kebersamaan, Mempererat Silaturahmi

661
0
BERBAGI

BOLTIM, LensaSulut.com — Suasana hangat dan penuh semangat mulai menyelimuti Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menjelang perayaan Lebaran Ketupat yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 April 2025.

Perayaan ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi yang mengakar kuat di masyarakat, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan Halal Bihalal yang digelar secara meriah.

Persiapan demi persiapan dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Warga, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa tampak bahu-membahu memastikan semua kebutuhan acara terpenuhi.

Tempat kegiatan tenda-tenda, dan aroma masakan khas daerah mulai tercium dari dapur-dapur warga yang menyiapkan hidangan.

Di sela-sela kesibukan itu, terdengar canda tawa dan obrolan ringan yang menggambarkan suasana penuh kekeluargaan. Semua bergerak dengan satu tujuan: menciptakan perayaan Lebaran Ketupat yang berkesan dan bermakna, sebagai bentuk rasa syukur serta perekat hubungan sosial yang semakin erat.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boltim, Samsudin Dama, yang akrab disapa Sadam, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia memantau langsung persiapan bersama warga dan tak lupa memberikan semangat kepada seluruh panitia dan masyarakat yang terlibat.

Dalam unggahan di akun media sosial resminya, Samsudin Dama Official, Minggu 6 April 2025, Sadam menuliskan pesan bernuansa humor namun sarat makna, “Jangang pulang kalu blom kanyang!” Pesan ini seolah menjadi ajakan bagi semua warga untuk menikmati sepenuhnya momen kebersamaan ini, tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga ‘kenyang’ oleh rasa persaudaraan, tawa, dan silaturahmi yang hangat.

Tradisi Lebaran Ketupat di Modayag memang telah menjadi warisan budaya yang terus dirawat oleh masyarakat. Perayaan ini biasanya dilaksanakan satu minggu setelah Idulfitri, sebagai penutup rangkaian hari raya dengan nuansa khas lokal. Masyarakat akan membawa aneka ketupat, lauk-pauk, dan kue tradisional untuk disantap bersama dalam suasana kekeluargaan.

Lebaran Ketupat juga menjadi sarana untuk mempertemukan warga yang merantau dan kembali pulang ke kampung halaman. Momen inilah yang dimanfaatkan untuk kembali menyapa, bercengkerama, dan menguatkan kembali ikatan yang mungkin sempat longgar karena kesibukan dan jarak.

Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat koordinasi antar-perangkat desa dan masyarakat, serta memperkuat nilai gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Modayag.

Perayaan yang akan digelar pada Senin nanti pun diharapkan menjadi salah satu Lebaran Ketupat paling meriah dan bermakna, dengan semangat kekeluargaan yang lebih kuat dari sebelumnya.

“Insyaallah sukses sampai hari H,” Harap Ketua DPRD Boltim, Samsudin Dama.

Di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai seperti ini menjadi penting untuk terus dirawat. Sebab di sinilah akar budaya dan kekuatan sosial masyarakat tumbuh, dalam tawa yang dibagi bersama, dalam ketupat yang disantap bersama, dan dalam hati yang saling terbuka untuk saling memaafkan dan menyatu kembali sebagai satu keluarga besar Modayag.
(Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here