Beranda Manado Kemenag Manado Gelar Doa Kebangsaan Lintas Agama dan Sosialisasi Moderasi Beragama

Kemenag Manado Gelar Doa Kebangsaan Lintas Agama dan Sosialisasi Moderasi Beragama

1071
0
BERBAGI

MANADO, LensaSulut.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menggelar Event Implementasi Berbasis Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kota Manado sekaligus Doa Kebangsaan Lintas Agama, Selasa (23/9/2025), di Aula Al Mawaddah, Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala.

Kegiatan ini diikuti para tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga dan organisasi keagamaan, kepala lingkungan, serta masyarakat dari dua wilayah Kampung Moderasi Beragama, yakni Kelurahan Taas dan Paal IV. Dengan mengusung tema “Menciptakan Lingkungan yang Harmonis, Toleran, dan Inklusif melalui Penguatan Cara Pandang, Sikap, dan Praktik Beragama yang Moderat dalam Masyarakat”,

Doa kebangsaan dipimpin oleh rohaniwan dari enam agama yang ada di Kota Manado. Mereka bergantian memanjatkan doa bersama untuk bangsa dan negara, yang disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulawesi Utara, Dr. KH. Ulyas Taha, M.Pd, yang juga membuka secara resmi kegiatan tersebut. Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Manado, yakni Camat Tikala, serta unsur kepolisian dari Kapolres Manado yang diwakili Kapolsek Tikala.

Dalam laporannya selaku pelaksana kegiatan, Kepala Seksi Bimas Islam, Sahrir Bachrudin, SE, M.AB menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan toleransi di tingkat akar rumput melalui penguatan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. “Program KMB muncul sebagai respon terhadap
kebutuhan untuk mengatasi ekstremisme, radikalisme, dan konflik berbasis agama,” jelas Sahrir.

Adapun latar belakang pelaksanaan Doa Kebangsaan Lintas Agama, kata Sahrir, adalah untuk meneguhkan persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, serta mewujudkan kedamaian dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, serta sebagai
bentuk syukur atas perjuangan para pahlawan dan komitmen untuk menjaga kemerdekaan bangsa.

“Berdasarkan latar belakang diatas, kedua kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat toleransi, menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan penghalang, serta menjadi langkah spiritual dan moral untuk menguatkan persatuan nasional,” tambahnya.

Kepala Kemenag Kota Manado, Hj. Rogaya Udin, M.Pd, dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk terus memupuk semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

“Kami mengajak untuk mengimplementasikan moderasi beragama dengan menanamkan sikap moderat, toleran, anti kekerasan, dan berkomitmen pada kebangsaan. Kerukunan hanya bisa tercapai bila semua pihak, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun lintas elemen, saling berkolaborasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulut, Dr. KH. Ulyas Taha, M.Pd menekankan pentingnya moderasi beragama di tengah derasnya arus globalisasi dan banjir informasi yang mempengaruhi pemahaman masyarakat.

“Moderasi beragama menjadi sangat penting karena perkembangan global dapat memunculkan gesekan, termasuk dalam pemahaman keagamaan antar kelompok. Dengan moderasi, kita bisa menjembatani perbedaan, merawat persaudaraan, dan menjaga kedamaian di bumi Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado,” pungkasnya.

Kegiatan yang ditutup dengan penayangan visual moderasi beragama di Kota Manado ini mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka berharap, program KMB bisa terus diperluas ke wilayah lain sebagai upaya nyata menciptakan masyarakat yang damai, rukun, dan inklusif.
(jefry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here