Beranda Bolmong Timur Diterjang Angin Atap Ambruk, Kondisi Pasar Kotabunan Memprihatinkan.

Diterjang Angin Atap Ambruk, Kondisi Pasar Kotabunan Memprihatinkan.

58
0
BERBAGI
Foto: Kondisi Pasar Kotabunan (foto matt rey kartorejo)

KOTABUNAN lensasulut.com — Pasar Kotabunan yang terletak di Desa Kotabunan Selatan (Kotsel) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kondisinya sangat memprihatinkan. Terpantau media ini, atap seng berterbangan lantaran diterjang angin. Diduga, akibat kurang kuatnya konstruksi bangunan atap pasar, sehingga seng yang diterjang angin, lepas dan jatuh ketanah.
Beruntung tak ada korban jiwa meski seng yang lepas mengenai tempat jualan para pedagang.

Menurut Eda Rahmi, salah satu pedagang di Pasar Kotabunan, Kejadian angin kencang tersebut terjadi pada pagi hari. Walaupun seng terpasang di kerangka baja, tapi mampu membuat ambruk atap dan terlempar ke tanah sekitar belasan meter.

“Ini memang karena angin kencang. Tapi sampai hari ini Dinas terkait belum ada tindak lanjut untuk perbaikan. Pedagang pun takut berjualan di lapak mereka karena takut dengan kondisi pasar,” kata Eda, Rabu (11/9/2019).

“Kami juga sudah sampaikan ke mandor pasar. Dan mandor pasar bilang nanti akan disampaikan ke pimpinan. Kalau saat ini pedagang masih takut berjualan karena takut terkena seng yang sering jatuh,” ungkapnya.

Meski begitu kata Eda, dinas terkait belum pernah datang melihat kondisi pasar.

“Sampai hari ini kepala dinas tidak pernah datang melihat kondisi pasar ini,” kata Eda, saat diwawancarai lensasulut.com.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perindag Boltim, Ramlah Mokodompis saat dikonfirmasi media ini mengatakan, akan segerah melihat kondisi pasar Kotabunan.

Kata Ramlah, pihaknya sudah sering memberi peringatan kepada pedagang agar pindah di tempat yang lebih aman, tapi pedagang yang tidak mau.

“Kami sudah sering memberi himbauan kepada pedagang yang ada di pasar Kotabunan karena kondisi pasar sudah miring bahkan sudah melayangkan surat resmi dimana pedagang kita satukan di pasar ikan tapi pedagang yang tidak mau,” jelas Ramlah.

“Ini kan kondisi alam jadi kami tidak bisa buat apa apa. Namun kami akan melihat langsung kondisi pasar itu,” kunci Ramlah. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here