Beranda Bolmong Timur Harga Cabe Semakin Pedes, Pedagang di Kotabunan Bertahan Dengan Stok Lokal.

Harga Cabe Semakin Pedes, Pedagang di Kotabunan Bertahan Dengan Stok Lokal.

485
0
BERBAGI
Ita Lengkede, salah satu pedagang di pasar Kotabunan Selatan.

KOTABUNAN, LensaSulut.com — Harga cabe terus merangkak naik. Sejumlah pedagang di Pasar Kotabunan Selatan (Kotsel), Kecamatan Kotabunanan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengaku sudah sekitar beberapa pekan harga cabe mengalami kenaikan.

Ita Lengkede, salah satu pedagang di Pasar Kotsel mengaku, Harga cabe merangkak naik sejak beberapa pekan namun harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) lainnya belum mengalami kenaikan yang signifikan.

“Harga cabe naik. Biasanya per liter dijual dengan harga Rp20.000, sekarang dijual dengan Rp40.000 per liter. Namun bahan-bahan lain seperti bawang merah, bawang putih dan tomat, belum mengalami kenaikan,” Ujar Lengkede, Sabtu (12/10/2019) pekan kemarin.

Senada dikatakan Sul, pedagang lainnya. Harga cabe yang tinggi saat ini cukup menyulitkan pedagang dan konsumen. “Harga cabe sekarang ini naik. Kami kesulitan sebab stok cabe hanya diambil dari Kotamobagu,” kata Sul saat di temui di Pasar Kotabunan belum lama.

“Sampai saat ini cabe kami jual perkilo 75 ribu sampai 80 ribu. Kalau yang lainnya belum mengalami kenaikan. Namun yang menyulikan saat ini yaitu stok cabe sebab kami hanya mengambil dari Kotamobagu dan dari Sulawesi Tengah,” timpal Eda Darmi, pedagang di Pasar Kotabunan Selatan.

Menurut Darmi, meski harga cabe naik, tidak berpengaruh baginya dan para pembeli. “Harga cabe naik tidak berpengaru bagi kami dan pembeli. Pembeli tetap mencari cabe meski harganya begitu mahal, sebab stok disini (pasar kotabunan-red) tidak ada yang pasti cabe yang kami jual akan habis. Yang menyulitkan bagi kami yaitu stok cabe, sebab kami hanya mengambil dari Kotamobagu dan dari Sulawesi Tengah,” ungkap Darmi. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here