MANADO, LensaSulut.com – Tudingan negatif terhadap tempat hiburan Liquid Executive Bar & Lounge Manado, bahwa tempat tersebut menjadi sarang keributan, mendapat tanggapan pihak Liquid Executive Bar & Lounge. Menurut pihaknya, keributan terjadi di luar lokasi dimana terdapat sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam tidak diizinkan masuk oleh sekuriti.
Meskipun berdalih ingin menemui salah satu pengunjung wanita di dalam area usaha hiburan, namun sekelompok orang tersebut tetap tidak diizinkan oleh sekuriti karena diduga berpotensi menjadi keributan yang akan berdampak buruk pada pengunjung yang ada di dalam tempat hiburan ini. Sekelompok orang tersebut terus memaksa masuk walaupun orang yang ingin ditemui di dalam sudah diminta keluar, namun mereka tidak terima atas tindakan sekuriti sehingga terjadi adu mulut yang berujung bentrok.
“Karena berpotensi menimbulkan keributan di lokasi usaha, maka pihak Liquid melalui sekuriti meminta orang yang ingin ditemui untuk keluar dari lokasi. Sehingga keributan seperti yang ditudingkan itu terjadi di luar,” jelas Mario mewakili pihak manajemen Liquid, Sabtu (21/2/2026) malam.
Pihaknya juga kata Mario, menjadi bertanya tanya, apa maksud dan tujuan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut karena usai kejadian itu muncul tudingan yang dibesar besarkan di salah satu media online seolah-olah tempat usaha ini menjadi sarang keributan dan mengaitkan dengan pemerintah Kota Manado hingga membawa nama walikota.
Terkait izin keramaian, pihaknya mengakui bahwa akibat insiden tersebut pihak kepolisian telah menyurati pihak manajemen dengan ketentuan termasuk memperketat keamanan dengan menambahkan personel sekuriti, pemeriksaan kepada setiap pengunjung dari senjata tajam dan benda lain yang berbahaya.
“Dari ketentuan yang diminta oleh pihak kepolisian, semuanya telah dipenuhi, bahkan kami meminta pengamanan dari aparat keamanan. Dengan demikian, kami masih mengantongi izin beroperasi,” jelasnya.
(jefry)














