Beranda Bolmong Timur Tumpukan Sampah Warnai Jalan Raya Kotabunan, Ini Tanggapan Camat.

Tumpukan Sampah Warnai Jalan Raya Kotabunan, Ini Tanggapan Camat.

588
0
BERBAGI
Tumpukan sampah di Desa Bulawan.

KOTABUNAN lensasulut.com – Arus keluhan kembali menghantam wilayah Kecamatan Kotabunan. Jalan raya di area tersebut diwarnai banyaknya tumpukan sampah. Pemandangan ini pun jadi pemicu keluhan.

Rustaman Paputungan, Tokoh pemuda Kecamatan Kotabunan menuturkan, akibat sampah yang berserahkan di tepih jalan, bau tak sedap pun kerap muncul. Hal ini kata dia, sangat mengganggu apalagi warga yang sedang melintas.

“Hal ini harus ada tindakan tegas dari pemerintah setempat. Karena pernah saya lihat, ada yang membuang sampah di areal itu ternyata bukan penduduk setempat tapi dari luar daerah. Kalau dibiarkan,  lama-lama tumpukan sampah akan terus bertambah,” ujar Paputungan, Sabtu (20/10/2018).

“Yang paling banyak sampah di antara jalan Kotabunan, Bulawan dan Buyat,” sambungnya.

Keluhan Tokoh Masyarakat ini terkait jalan raya Kotabunan, Bulawan dan Buyat yang dipenuhi sampah, dan langsung direspon pemerintah setempat.

Camat Kotabunan Rahman Hulalata saat dikonfirmasi terkait masalah itu mengatakan pihaknya telah berulang kali memperingatkan warga agar tidak membuang sampah ditempat itu.

“Himbauan tentang jangan membuang sampah sembarangan terutama di jalan protokol setiap saat selalu kami sampaikan disetiap ada kesempatan,” ujar Hulalata, saat memberi keterangan kepada lensasulut.com.

Untuk mengatasi persoalan itu Camat mengungkapkan pihaknya sudah memerintakan kepada Para Sangadi untuk langsung menindak atau membakar sampah-sampah yang ada.

“Namun dengan populasi penduduk Kotabunan yang cukup padat, degan kondisi kita yang tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir), dan Armada sampah, itu menjadi kendala kami baik pemerintah desa maupun kecamatan,” ungkapnya.

Dia pun mengatakan langkah yang diambil saat ini, pihaknya akan koordinasikan instansi tehnis terkait dan dengan para Sangadi.

“Tentunya persoalan ini akan kami koordinasikan dengan instansi tekhnis Pemerintah Kabupaten dan dengan para sangadi untuk mendapatkan solusi,” tutup Hulalata. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here