Beranda Bolmong Timur Deadline PDAM, Sehan: “Kami Tak ada Urusan Dengan Tahlis.!!”

Deadline PDAM, Sehan: “Kami Tak ada Urusan Dengan Tahlis.!!”

850
0
BERBAGI
Sehan Landjar SH, Bupati Boltim.

BOLTIM lensasulut.com – Polemik PDAM Bolmong  terus meruncing. Kicauan Sekda Bolaang Mongondow (Bolmong), yang bersikeras tidak mau menyerahkan aset PDAM Bolmong diwilayah Bolaang Mongondow Timur (Boltim) lewat pernyataan langsung Tahlis Galang, mendapat sahutan serius.

Serangan balikpun langsung meletup dari orang nomor satu di Boltim.
Menurut Sehan Landjar, dirinya tak mau pusing dengan pernyataan Sekda Bolmong tersebut.

Sehan menegaskan Boltim tak ada urusan dengan Tahlis, sehingga apapun alasannya (Tahlis-red), Boltim tetap akan mengambil alih hak mereka, sebab air yang dikelolah oleh PDAM itu berada di Boltim.

“Tahlis selaku Sekda Bolmong tak paham undang-undang 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah. Sudah delapan tahun Boltim menjadi otonomi daerah, tapi sampai saat ini PDAM yang mengelola air milik Boltim tak pernah ada kontribusi di daerah. Mereka (PDAM-red) seenaknya dewe kata orang Jawa,” ujar Sehan.

Kalaupun PDAM tetap ngotot bahwa itu aset mereka, kata Sehan silakan ambil barang-barangnya baik kantor ataupun lainnya, tapi air tidak bisa karena itu milik Boltim. Sehingga dia menekankan batas waktu diberikan kepada pihak PDAM sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, karena keberadaan mereka hanya menyengsarakan warga Boltim, dimana retribusi yang dibebankan kepada pelanggan sangat tidak wajar.

“Tanggal 31 Desember 2018 PDAM harus angkat kaki dari Boltim, karena pada tanggal 1 Januari 2019 kita akan tutup mata air dari Kotabunan, Nuangan Modayag dan paling lambat tanggal 3 Januari 2019 air yang dikelolah oleh PDAM sudah milik kita. Ini harus saya lakukan sebab itu hak milik Boltim bukan Bolmong,” tegasnya.

Sementara warga Boltim mengatakan langkah ambil alih air yang dikelola oleh PDAM sudah tepat. Mereka sebagai pelanggan sangat mendukung sikap bupati Sehan Landjar.

“Setiap bulan kami bayar ratusan ribu kepada PDAM bahkan jutaan rupiah, semenntara air-nya hanya keluar dari perut bumi jadi tidak wajar kalau pembayaran semahal itu. Kami sebagai pelanggan PDAM dan warga Boltim sangat mendukung langkah bupati Sehan Landjar,” tegas warga Boltim, Bustan Hasania. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here