Beranda Bolmong Timur Begini Harapan Publik Kotabunan Kepada BPBD Terkait Isu Tsunami.

Begini Harapan Publik Kotabunan Kepada BPBD Terkait Isu Tsunami.

613
0
BERBAGI

KOTABUNAN lensasulut.com – Isu-isu tsunami yang berkembang sekarang ini membuat masyarakat Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) panik. Keinginan adanya sosialisasi digaungkan. Paling kencang datang dari publik Kotabunan. Mereka meminta pemerintah melalui instansi terkait melakukan sosialisasi.

Prayogo, mewakili warga Kotabunan mengatakan, saat ini dengan adanya isu yang berkembang, jadi momen yang tepat untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk aktif melakukan sosialisasi-sosialisasi serta penyuluhan bagi masyarakat secara langsung tentang masalah bencana dan penanggulangannya.

Menurutnya sekarang ini media massa non lembaga seperti Media Sosial (Medsos) seringkali banyak menimbulkan kepanikan dan kegaduhan publik khususnya terkait bencana. “Untuk itu perlu adanya penanganan langsung dari lembaga pemerintah terkait masalah bencana alam. Mereka harus turun langsung ke desa-desa untuk melakukan penerangan kepada masyarakat,” ujar Prayogo kepada lensasulut.com, melalui akun WhatAppnya, Sabtu (29/12/2018).

Dia pun berharap BNPB atau BPBD aktif untuk memasang rambu-rambu jalur evakuasi biar masyarakat tidak kebingungan menentukan area penyelamatan. “Saya selaku masyarakat berharap BNPB atau BPBD aktif memasang rambu-rambu jalur evakuasi ataupun muster point agar apabila terjadi situasi yang dianggap mengancam keselamatan masyarakat terkait bencana alam, maka masyarakat tidak kocar-kacir dan kebingunan karena paling fatal yaitu salah dalam menentukan area penyelamatan,” ujarnya penuh asa.

Menaggapi hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Boltim, melalui Kepala Bidang (Kabid) kesiapsiagaan pencegahan rehabilitasi dan rekonstruksi, Yanto Modeong berujar, harapan masyarakat terkait adanya sosialisasi, pihaknya akan lebih aktif. Kata dia, sasaran program BPBD Boltim, mulai dari kesiapsiagaan utamanya pencegahan sejak dini.

“Memang sasaran dari program kegiatan BPBD itu sendiri mulai dari kesiapsiagaan dan pencegahan dini. InsyaAllah kedepan BPBD lebih aktif lagi untuk menjawab keinginan dan harapan masyarakat,” singkat Modeong. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here