Beranda Bolmong Timur Ini Penyebab Bupati Sachrul Teteskan Air Mata Saat Peringati Hari Guru

Ini Penyebab Bupati Sachrul Teteskan Air Mata Saat Peringati Hari Guru

394
0
BERBAGI

TUTUYAN, LensaSulut.com – Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-77 tahun, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menggelar Upacara bendera yang dihelat di Lapangan Kantor Bupati, Jumat 25/11/2022.

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto S Sos. M.Si., menjadi Inspektur Upacara (Irup) di kegiatan yang dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  Boltim.

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, terkait bagaimana perjuangan seorang guru dalam mendidik muridnya.

“Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena pembelajaran jarak jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan,” ucap Bupati Sachrul saat membacakan pidato.

“Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira saat saya (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-red) menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah guru penggerak di Yogyakarta. Saat saya menginap bersama santri di Pesantren di Jawa Timur. Saya sama sekali tidak mendengar kata putus asa dari seorang guru” sambung orang nomor satu di Boltim.

“Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan- terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka,” bebernya.

Dengan penuh percaya diri. Mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka.

“Disitulah saya baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru. Tapi justru menyalakan obor perubahan,” jelas bupati saat membacakan pidato Menteri.

Selesai membacakan pidato menteri, Bupati yang dikenal dengan sang petarung itu terharu, setelah mendengarkan lagu Terima Kasihku Guruku. Lantunan irama yang dibawakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satap Desa Molobog itu, membuat suasana menjadi hening seketika, sampai mampu membuat pucuk pimpinan di Boltim inipun mengeluarkan air mata.
(Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here