Beranda Advertorial Meriah, Masyarakat Boltim Gelar Tulude Adat Tradisi Masyarakat Nusa Utara.

Meriah, Masyarakat Boltim Gelar Tulude Adat Tradisi Masyarakat Nusa Utara.

640
0
BERBAGI
Bupati Boltim, Sehan Landjar SH saat menyampaikan sambutan pada perayaan Tulude tahun 2019.

BOLTIM lensasulut.com — Upacara Adat Tulude tahun 2019 Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berlangsung meriah. Pagelaran adat tradisi masyarakat Nusa Utara (Sangihe, Talaud, Sitaro) ini digelar di Desa Dodap Pantai, Kecamatan Tutuyan, Jumat (8/2).

Agenda tersebut dihadiri oleh Bupati Boltim Sehan Landjar SH dan Wakil Bupati Drs. Rusdi Gumalangit serta Ketua Tim Penggerak PKK serta Wakil Ketua TP PKK, Kapolsek Urban Kotabunan, Kepala SKPD di lingkup Pemda Boltim, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Para BPD serta masyarakat Nusa Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Dengan mengangkat tema “Budaya Menyatukan Rasa Persaudaraan Berdasarkan Nilai Pancasila dan UUD 1945” tersebut berlangsung khidmat.

Bupati Boltim, Sehan Landjar SH dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa sambutan dan arahan kepada seluruh undangan yang hadir.

Kata Bupati, Tulude adalah agenda tahunan di Kabupaten Boltim. Diboltim sendiri lanjut Bupati, terdiri dari beberapa etnis, yakni suku mongondow, minahasa dan nusa utara.

Dalam momentum tersebut, Bupati Dua periode ini mengapresiasi acara adat Tulude mulai dari persiapan yang dilaksanakan oleh masyarakat Nusa Utara Kabupaten Boltim.

Menurut Bupati, tidak mudah untuk mengimplementasikannya. Adat Tulude  adalah untuk mengucap syukur kepada Tuhan YME. “Itu adalah tujuan dari pelaksanaan adat ini dan sesuai dengan nilai pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945,” tutur Eyang sapaan akrab Bupati.

Eyang berharap, setelah dilaksanakannya adat Tulude, masyarakat Boltim semakin kokoh membangun hubungan dengan pemerintah.

“Mempererat tali silaturahmi antar persaudaraan. Walau tak saling kenal, namun jagalah hubungan agar tidak saling memusuhi satu dan lainnya,” sebutnya.

“Upacara adat Tulude jangan hanya dijadikan seremoni saja dan jauh dari pada makna. Kita harus mengingat kekuasaan Tuhan, memohon ampun, memberikan kebaikan , dan memelihara hubungan antara sesama umat manusia,” tukasnya. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here