Beranda Bitung Residivis Curanmor Pelaku Pembacokan Akhirnya Dilumpuhkan Tim Resmob Polres Bitung

Residivis Curanmor Pelaku Pembacokan Akhirnya Dilumpuhkan Tim Resmob Polres Bitung

352
0
BERBAGI

BITUNG LensaSulut.com – DS alias Dandi (23) Pelaku penganiayaan pembacokan menggunakan benda tajam jenis samurai terhadap korban Erick Rasubala, pada hari Jumat 19 Juni 2020, sekitar jam 02.00 wita, dengan TKP di Manembo nembo bawah Lingkungan III Kecamatan Maesa, kota Bitung, akhirnya dibekuk.

Pelaku sebelumnya buron dalam waktu cukup lama hingga akhirnya dilumpuhkan dilakukan tindakan tegas terukur karena residivis kasus Curanmor ini juga hendak menabrak tim saat hendak ditangkap. Pelaku dibekuk di kelurahan Girian Indah, kecamatan Girian, oleh Tim Resmob yang dipimpin Aipda Denhar Papente, Selasa 13/4/2021, sekitar jam 12.00 WITA.

Akibat perbuatan DS warga Girian Indah ini, korban Erick Rasubala mengalami luka robek di lengan kiri akibat bacokan samurai. Korban kemudian sempat dirawat di RS Budimulia, yang sebelumnya melaporkan kejadian ini di Polsek Matuari.

Adapun informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, terungkap bahwa:

I. Kronologis kejadian berdasar salah satu Laporan Polisi yang masuk :
Bahwa pada hari Jumat 19 Juni 2020 sekitar jam 02.00 wita, saat itu korban ERICK RASUBALA dan kakaknya JUNWEL RASUBALA sedang berada di dalam rumah, tiba tiba keduanya mendengar suara sepeda motor dengan suara bising melewati rumah mereka. Sepeda motor tersebut menggunakan knalpot racing, dan sudah beberapa kali lewat depan rumah mereka dengan sengaja memancing korban dan kakaknya. Karena merasa terganggu, korban keluar menegur orang yang mengendarai sepeda motor dimaksud agar tidak melakukan keributan. Saat itulah korban dan orang yang dimaksud yang dalam hal ini pelaku terjadi selisih paham dan keduanya terlibat adu mulut, beberapa saat kemudian pelaku meninggalkan korban, sambil menarik gas tinggi speda motor yang dibawanya itu. Sedangkan korban langsung masuk kedalam rumahnya. Tiga puluh menit kemudian korban mendengar sepeda motor itu kembali sambil berhenti di depan rumah. Korban meliihat pelaku turun dari motor sambil memegang sebilah samurai, saat itu juga pelaku langsung menusuk, memotong pintu rumah korban dengan menggunakan samurai, bahkan mendobrak pintu tersebut hingga terbuka. Saat itu korban dan kakaknya berteriaak minta pertolongan, akan tetapi pelaku langsung mendekati korban tanpa basa basi pelaku langsung mengayunkan samurai ke arah korban, sehingga samurai tersebut tepat mengenai tangan kiri korban. Kemudian pelaku mengarah ke kakak korban dan berusaha memotongnya, akan tetapi tidak mengenai karena kakak korban sempat menghindar. Karena waktu itu sudah mulai banyak orang berdatangan atau kejadian itu sudah dketahui warga setempat, pelaku memilih melarikan diri meninggalkan korban dan kakaknya dengan menggunakan sepeda motor sambil membawah samurai. Dengan kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada lengan tangan kiri, kemudian pintu rumah korban rusak.

Kronologis penangkapan :
Pelaku adalah Residivist yang berbahaya, sering membawa senjata tajam terutama badik dan samurai serta tidak segan segan aniaya korbannya.
Team memburu pelaku sejak kejadian mulai tgl 19 Juni 2020, namun pelaku terus menghindar dan bersembunyi, hingga akhirnya pada tanggal 13 April 2021, pelaku berhasil ditangkap Team Rersmob.
( Sepuluh bulan pelaku diburu Team ).

Kronologis penangkapan pelaku :
Saat dilakukan penangkapan, pelaku menggunakan sepeda motor, bahkan berusaha ingin menabrak anggota, namun anggota sempat menghindar, saat itu juga anggota langsung melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku.

Dijelaskan bahwa pelaku seorang residivis dan ( DPO )
Pada tahun 2017 TP CURANMOR
Pada tahun 2019 TP CURANMOR
Pada tahun 2020 Tindak Pidana Aniaya (Penikaman)

Untuk SPM yang dipakai pelaku saat menabrak anggota Team sudah diamankan. Dalam pemeriksaan, pelaku akui telah memganiaya Erick dan dengan menggunakan Samurai juga telah memotong pintu rumah korban.

Motif :
Mabuk dan melakukan aniaya supaya diakui hebat dan ditakuti sebagai preman.

Barang bukti :
Untuk Babuk sebilah samurai yang digunakan pelaku setelah kejadian oleh Tsk dibuang di bahu jalan Kel. Manembo nembo Lk III Kec. Matuari Kota Bitung. Sudah dilakukan pencarian namun tidak ditemukan.
Untuk Babuk ciri cirinya, terbuat dari stanlis steell, ujung runcing, sisi bawah dan atas tajam, panjang diperkirakan 65 cm, lebar 4 cm.
(*iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here