Beranda Manado Aksi Demo Buruh di Sulut Batal, Gubernur Janji Tindaklanjuti Tuntutan

Aksi Demo Buruh di Sulut Batal, Gubernur Janji Tindaklanjuti Tuntutan

1031
0
BERBAGI

MANADO, LensaSulut.com – Rencana aksi demonstrasi massa buruh, tani, mahasiswa, dan masyarakat yang sedianya digelar pada Kamis (4/9/2025) di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Mapolda Sulut, DPRD Sulut, dan Kantor Wali Kota Manado, resmi dibatalkan.

Keputusan itu diambil oleh Aliansi Serikat Buruh dan Pekerja Sulut terdiri dari KSBSI, KSPI, KPBI, dan KSPSI setelah sehari sebelumnya mereka bertemu langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, SE.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir lima jam, Gubernur mendengarkan aspirasi sekaligus merespons sejumlah poin tuntutan buruh. Bahkan, beberapa persoalan langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi stakeholder terkait, termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja dan staf khusus.

“Gubernur langsung mengeksekusi beberapa poin tuntutan, dan memberikan atensi serius, misalnya terkait desk ketenagakerjaan di setiap polres,” ujar perwakilan Aliansi dalam konferensi pers.

Aliansi menilai inisiatif gubernur untuk membuka ruang dialog dengan pekerja merupakan langkah positif yang belum pernah dilakukan kepala daerah sebelumnya. Karena itu, mereka sepakat membatalkan aksi turun ke jalan.

Adapun poin-poin tuntutan buruh meliputi:

Hapus sistem outsourcing dan tolak upah murah

Stop PHK, segera bentuk Satgas PHK

Reforma pajak perburuhan, naikkan PTKP Rp7,5 juta/bulan

Hapus pajak pesangon, THR, dan diskriminasi pajak perempuan menikah

Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law

Sahkan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi

Tolak kenaikan tunjangan anggota DPR dan kenaikan pajak yang membebani buruh

Tuntaskan kasus dugaan penggelapan iuran BPJS Ketenagakerjaan PDAM Minut

Resmikan dan perkuat desk ketenagakerjaan di Polda dan Polres

Tindak tegas perusahaan yang menahan ijazah karyawan

Audit khusus terhadap Dinas Ketenagakerjaan Sulut dan tindak pejabat yang terbukti menerima gratifikasi

“Langkah cepat dan keterbukaan Gubernur membuat kami percaya masalah ini bisa diselesaikan tanpa aksi massa,” tutur perwakilan aliansi: Jack Andalangi (KSBSI), Ferdinan Lumenta (KSPI), Fras Eka Darma (KPBI), dan Rommy Wangka (KSPSI).
(jefry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here