MANADO, LensaSulut.com – Rencana aksi demonstrasi massa buruh, tani, mahasiswa, dan masyarakat yang sedianya digelar pada Kamis (4/9/2025) di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Mapolda Sulut, DPRD Sulut, dan Kantor Wali Kota Manado, resmi dibatalkan.
Keputusan itu diambil oleh Aliansi Serikat Buruh dan Pekerja Sulut terdiri dari KSBSI, KSPI, KPBI, dan KSPSI setelah sehari sebelumnya mereka bertemu langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, SE.
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir lima jam, Gubernur mendengarkan aspirasi sekaligus merespons sejumlah poin tuntutan buruh. Bahkan, beberapa persoalan langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi stakeholder terkait, termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja dan staf khusus.
“Gubernur langsung mengeksekusi beberapa poin tuntutan, dan memberikan atensi serius, misalnya terkait desk ketenagakerjaan di setiap polres,” ujar perwakilan Aliansi dalam konferensi pers.
Aliansi menilai inisiatif gubernur untuk membuka ruang dialog dengan pekerja merupakan langkah positif yang belum pernah dilakukan kepala daerah sebelumnya. Karena itu, mereka sepakat membatalkan aksi turun ke jalan.
Adapun poin-poin tuntutan buruh meliputi:
Hapus sistem outsourcing dan tolak upah murah
Stop PHK, segera bentuk Satgas PHK
Reforma pajak perburuhan, naikkan PTKP Rp7,5 juta/bulan
Hapus pajak pesangon, THR, dan diskriminasi pajak perempuan menikah
Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law
Sahkan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi
Tolak kenaikan tunjangan anggota DPR dan kenaikan pajak yang membebani buruh
Tuntaskan kasus dugaan penggelapan iuran BPJS Ketenagakerjaan PDAM Minut
Resmikan dan perkuat desk ketenagakerjaan di Polda dan Polres
Tindak tegas perusahaan yang menahan ijazah karyawan
Audit khusus terhadap Dinas Ketenagakerjaan Sulut dan tindak pejabat yang terbukti menerima gratifikasi
“Langkah cepat dan keterbukaan Gubernur membuat kami percaya masalah ini bisa diselesaikan tanpa aksi massa,” tutur perwakilan aliansi: Jack Andalangi (KSBSI), Ferdinan Lumenta (KSPI), Fras Eka Darma (KPBI), dan Rommy Wangka (KSPSI).
(jefry)














