MANADO, LensaSulut.com – Kakanwil Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sulawesi Utara (Sulut) Wahyuddin Ukoli melakukan briefing, memberikan arahan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Sulut, jelang pemberangkatan seluruh jemaah haji asal Sulawesi Utara (Sulut) tahun 1447 Hijriah/2026, pada Jumat (1/5/2026) malam pukul 21:30 Wita.
Diketahui, 394 jemaah haji Sulut akan diberangkatkan dari Asrama Haji Transit, Tuminting, Manado, menuju Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Sabtu dinihari, 2 Mei 2026. Keberangkatan akan dilakukan pada pagi hari melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.
Arahan Kakanwil Wahyuddin Ukoli, disampaikan pada apel PPIHD Sulut, yang berlangsung di Lobby Hotel Asrama Haji Manado. Pada arahannya, Wahyuddin menjelaskan secara teknis terkait pelayanan saat pemberangkatan. Ia juga menegaskan agar seluruh panitia untuk memperhatikan kenyamanan para jemaah terutama lansia.
“Pelayanan penuh harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan sesuai dengan komitmen penyelenggaraan haji tahun ini yang mengusung tema: Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan,” tegas Wahyuddin.
Adapun proses keberangkatan akan dilakukan dalam dua penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Para jemaah dijadwalkan mulai bergerak menuju bandara pada pukul 03.00 WITA menggunakan bus.
Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WITA dengan membawa 198 jemaah. Sementara itu, penerbangan kedua akan diberangkatkan pada pukul 10.45 WITA, yang juga mengangkut sebagian jemaah dari Kelompok Terbang (Kloter) 6.
Berdasarkan jadwal resmi, jemaah yang tergabung dalam Kloter 5 akan melanjutkan perjalanan dari Embarkasi Balikpapan dan diperkirakan tiba di Madinah pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 23.10 waktu setempat.
(jefry)














