MANADO, LensaSulut.com – Forum Silaturahmi Da’i (FOSDA) Kota Manado menggelar Pelatihan Da’i Muda Angkatan I yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Juni 2026, di Hotel Aston Manado. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Manado, Fadly Kasim, SH, pada Minggu (21/6/2026).
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, unsur Pemerintah Kota Manado, pejabat Kodam XIII Merdeka, Polresta Manado, Kementerian Agama Kota Manado, pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, serta para undangan lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Hamka Nendey, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelatihan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas para da’i muda agar mampu menyampaikan dakwah Islam yang santun, bijaksana, humanis, toleran, serta penuh hikmah di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas para da’i muda dalam menyampaikan dakwah yang santun, bijak, humanis, toleran, dan penuh hikmah. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Hamka.
Hamka menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis FOSDA dalam meningkatkan kapasitas generasi muda Islam agar mampu menjadi pendakwah yang profesional, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Umum FOSDA Kota Manado, Dr. H. Abdul Latif Samal, MM, M.Pd, menjelaskan bahwa Pelatihan Da’i Muda merupakan salah satu program unggulan organisasi yang dirancang untuk melahirkan kader-kader da’i yang memiliki kompetensi, wawasan keislaman yang luas, serta kemampuan komunikasi dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ia menegaskan bahwa seorang da’i tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam membangun persatuan, menjaga kerukunan, serta menyampaikan nilai-nilai Islam yang damai dan menyejukkan.
“Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas da’i yang profesional. Da’i merupakan aset umat Islam yang harus tampil humanis, bersahaja, toleran, moderat, dan bukan menjadi da’i yang membawa paham radikal,” tegas Abdul Latif Samal.
Dalam sambutan Wakil Walikota Manado yang dibacakan Fadly Kasim, menyampaikan Pemerintah Kota Manado memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Pemerintah menilai pelatihan ini memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis melalui penyebaran nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan.
Pemerintah Kota Manado juga berharap FOSDA dapat menjadikan pelatihan ini sebagai program berkelanjutan sehingga semakin banyak lahir kader-kader da’i muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama.
“Pemerintah Kota Manado berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga mampu mencetak lebih banyak kader da’i profesional melalui pelatihan-pelatihan angkatan berikutnya,” harap Wakil Wali Kota Richard Sualang melalui Kadisnaker Manado Fadly Kasim yang secara resmi membuka kegiatan yang ditandai dengan penyematan id card peserta secara simbolik.
Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, Dr. H. Ulyas Taha, M.Pd, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulut, H. Basri Saenong.
Dalam sambutannya, Basri Saenong menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung dan mengawal berbagai kegiatan dakwah di Sulawesi Utara yang mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama, persatuan, serta kerukunan antarumat beragama.
“Pelatihan Da’i Muda Angkatan I ini diharapkan menjadi awal lahirnya generasi pendakwah muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga mampu menjawab tantangan dakwah di era modern dengan pendekatan yang edukatif, inklusif, serta membawa pesan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” pungkas Basri Saenong.
(jefry)














