MANADO, LensaSulut.com – Upaya meningkatkan minat baca, budaya literasi, kreativitas, serta partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan terus mendapat perhatian di Sulawesi Utara. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 yang digelar selama tiga hari, 2 hingga 4 Oktober 2026, di kawasan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado.
Festival yang mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi Untuk Masa Depan Peradaban” tersebut resmi dibuka pada Jumat (2/10/2026) malam sekitar pukul 19.00 WITA oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M.
Ketua Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Standius Bara Prima, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda, pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, pegiat literasi, komunitas, serta pemerhati pendidikan dan kebudayaan.
Menurut Bara, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar gerakan literasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda di Sulawesi Utara.
“Festival ini diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar menjadi wadah bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, pegiat literasi, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk bertemu, bertukar gagasan, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menghasilkan karya-karya kreatif,” ujar Bara.
Beragam kegiatan turut mewarnai pelaksanaan festival. Di antaranya seminar dan diskusi literasi, bedah buku, pameran buku, kelas menulis, lomba literasi, pertunjukan seni dan budaya, kegiatan komunitas, hingga berbagai kegiatan edukatif lainnya.
Bara menegaskan, literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi, kata dia, juga berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi, membangun kreativitas, serta menyampaikan gagasan secara positif.
“Melalui festival ini, literasi tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun kreativitas, daya kritis, serta kemampuan masyarakat dalam menciptakan dan menyampaikan narasi yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, berharap Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, generasi muda, komunitas, pelaku pendidikan, pegiat literasi dan masyarakat dalam membangun budaya membaca, menulis, berkarya, serta menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari perjalanan Sulawesi Utara menuju masa depan.
Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan peran generasi muda dalam mendorong perkembangan literasi di Sulawesi Utara. Tahlis menyebut, literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kemajuan. Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah terhadap berbagai upaya penguatan budaya literasi di daerah.
“Kemajuan dibangun di atas literasi yang kokoh dan kuat. Peran generasi muda sangat penting dalam membangun bangsa lewat literasi,” ujar Tahlis.
Ia menambahkan, dukungan terhadap gerakan literasi diharapkan tidak berhenti setelah festival berakhir. Sebaliknya, kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan potensi daerah dengan mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan Sulawesi Utara yang kuat dan berkelanjutan.
Di tempat yang sama, Sekretaris PPL Sulut, Faradila Bachmid, S.Psi., M.Si., mengatakan Festival Literasi Sulawesi Utara diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di daerah.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi momentum untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjadikan membaca, menulis, berkarya dan berdiskusi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Dengan mengangkat tema tentang kearifan dan masa depan peradaban, festival ini juga menjadi momentum untuk mempertemukan kekayaan budaya lokal dengan gagasan-gagasan baru dalam membangun masa depan Sulawesi Utara yang lebih kreatif dan berpengetahuan,” ungkap Faradila yang juga merupakan Duta Baca Sulawesi Utara.
Selain kegiatan literasi, festival turut diramaikan dengan penampilan artis musik dan berbagai karya seni serta budaya di panggung utama. Suasana festival semakin semarak dengan hadirnya bazaar kuliner UMKM yang menampilkan beragam produk kuliner dari puluhan stand di area kegiatan.
(jefry)














