MANADO, LensaSulut.com — Festival Literasi Sulawesi Utara (Sulut) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 2 hingga 4 Oktober 2026, di kawasan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, SE secara resmi menutup rangkaian festival tersebut dalam malam puncak yang berlangsung meriah, Minggu (4/10/2026) malam.
Festival yang menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda, pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, komunitas dan pegiat literasi ini, mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi Untuk Masa Depan Peradaban”
Malam penutupan Festival Literasi Sulut 2026 yang berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan tersebut, turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay bersama jajaran pejabat tinggi pratama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Beragam pertunjukan disuguhkan kepada masyarakat, mulai dari teater, tarian budaya, stand up comedy, hingga penampilan sejumlah artis penyanyi dari ibu kota dan daerah yang tampil di venue utama festival.
Ketua Umum Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Standius Bara Prima, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Festival Literasi Sulut 2026 dapat terlaksana.
Menurut Bara, selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai agenda yang berkaitan dengan pengembangan budaya literasi. Kegiatan tersebut meliputi seminar dan diskusi literasi, workshop, bedah buku, pameran buku, pameran lukisan, kelas menulis, berbagai lomba literasi, pertunjukan seni dan budaya, kegiatan komunitas, serta sejumlah kegiatan edukatif lainnya.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan literasi, festival juga jelas Bara, diramaikan dengan bazar kuliner UMKM yang menghadirkan beragam produk makanan dan minuman dari puluhan stand yang berada di sekitar area kegiatan.
“Festival ini juga menarik perhatian berbagai kalangan sehingga tercatat lebih dari tiga ribu orang berkunjung sekaligus terlibat langsung yang melibatkan generasi muda, pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, pegiat literasi, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat untuk bertemu, bertukar gagasan, berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menghasilkan karya-karya kreatif,” jelas Bara.
Malam puncak Festival Literasi Sulut 2026 juga menjadi momentum penting bagi ajang Putra Putri Literasi Sulawesi Utara. Setelah melalui rangkaian tahapan dan penilaian, Julio Lawendatu, perwakilan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dinobatkan sebagai Putra Literasi Sulawesi Utara 2026. Sementara gelar Putri Literasi Sulawesi Utara 2026 diraih Fidelis Greatania dari Kota Manado.
Ketua Umum PPLSU Standius Bara Prima berharap, gelar yang disandang keduanya tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi amanah untuk ikut menggerakkan budaya literasi di berbagai lingkungan.
“Kami berharap gelar ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi awal tanggung jawab untuk membawa gerakan literasi lebih dekat ke sekolah, kampus, komunitas, serta masyarakat,” harap Bara.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam sambutan penutupan memberikan apresiasi atas kolaborasi PPLSU dan Dinas Kebudayaan Daerah serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah menggagas dan menyelenggarakan Festival Literasi Sulut 2026. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan budaya membaca, kreativitas, serta indeks literasi masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya di kalangan generasi muda.
Gubernur berharap semangat literasi yang telah dibangun melalui festival tersebut tidak berhenti setelah acara berakhir. Sebaliknya, gerakan literasi harus terus dilanjutkan melalui berbagai program dan agenda yang menyentuh langsung masyarakat.
“Saya berharap agar semangat dan gerakan literasi tidak hanya sampai di sini. Setelah kegiatan ini, program dan agenda literasi harus terus digalakkan untuk generasi muda Sulawesi Utara yang lebih baik. Dengan berakhirnya Festival Literasi Sulawesi Utara 2026, semangat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat diharapkan terus tumbuh,” ucap Gubernur.
Melihat begitu besarnya antusias masyarakat terhadap berbagai kegiatan di Festival Literasi Sulawesi Utara hingga pada malam penutupan, Sekretaris PPLSU, Faradila Bachmid, saat diwawancarai mengaku bangga dan tidak menyangka ternyata berbagai agenda kegiatan literasi menarik banyak peminat.
“Antusias seperti ini menandakan bahwa indeks literasi di Sulawesi Utara akan meningkat pada tahun-tahun ke depannya. Sehingga kami berharap kolaborasi dan dukungan pemerintah provinsi akan terus terjalin dan Festival Literasi Sulawesi Utara akan menjadi agenda tahunan,” tutur Faradila Bachmid yang juga sebagai Duta Baca Sulut.
(jefry)














