Beranda Catatan Serem.. Menguak Misteri Dibalik Keindahan Teluk Ponaguan dan Pulau Bantong.

Serem.. Menguak Misteri Dibalik Keindahan Teluk Ponaguan dan Pulau Bantong.

955
0
BERBAGI
Pulau Bantong.

BOLTIM lensasulut.com – Teluk Ponaguan dan Pulau Bantong di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyimpan misteri. Legenda keduanya sangat melekat dalam ingatan nelayan dan masyarakat di Tanah Totabuan sebelah timur, dengan cerita dari kejadian mistis yang pernah dialami mereka.

Teranyar, Teluk Ponaguan (Mongondow=Penyimpanan) pada zaman lampau menjadi tempat pembuangan mayat. Menurut tuturan masyarakat, saat pada zaman Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) di teluk ini juga kala itu ditemukan rangka manusia yang panjangnya mencapai 3 Meter.

Sama halnya juga dengan Pulau Bantong. Nama nusa ini diambil dari Bahasa Mongondow, artinya Sapi Hutan atau Anoa. Karena konon di masa lampau, pulau ini dihuni banyak Bantong.

Pulau tersebut merupakan tempat persinggahan nelayan ketika selesai mencari ikan di laut. Sejumlah nelayan yang pernah menginap pun menuturkan, kalau Pulau Bantong ini sangat angker. Tak heran, masyarakat turun temurun selalu diingatkan agar tidak boleh sembarangan saat berada di pulau itu.

Kesan mistis Pulau Bantong kian menguat menyusul mengemukanya kesaksian warga Kotabunan. Abubakar Dochmi misalnya. Kata dia, di pulau tersebut kerap terjadi hal yang aneh.

“Kalau menginap, jangan sembarang bicara, terutama soal perempuan. Jika tidak, pasti terjadi hal-hal yang aneh. Contohnya, saat singgah, kami membuat api untuk membakar ikan. Malamnya kita perbincangkan tentang perempuan. Besok paginya, sisa-sisa kayu bakar telah berserakan, seperti ada yang membongkar,” tutur Dochmie belum lama ini.

Lanjutnya, daratan yang bersebelahan dengan Pulau Nenas (Bombuyanoi) ini, terdapat lubang besar. Pernah suatu waktu, warga Bitung datang dan menggali lubang. Tujuan mereka untuk mencari harta karun, tapi hasilnya nihil.

Sementara itu informasi yang berhasil dirangkum media ini, versinya berbeda. Konon, setiap menjelang Maghrib, di pulau ini sering terdengar suara orang menangis.

“Tiap sore selalu terdengar suara tangisan perempuan dari Pulau Bantong,” imbuh Juma Mokoagow, nelayan asal Desa Bulawan. (rey)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here