Beranda Bolmong Timur Yusri Akui Beberapa RDG Memprihatinkan Tapi Belum Masuk Dana DAK

Yusri Akui Beberapa RDG Memprihatinkan Tapi Belum Masuk Dana DAK

258
0
BERBAGI

TUTUYAN, LensaSulut.com – Rumah Dinas Guru (RDG) di SDN 2 Kotabunan, tepatnya di Desa Kotabunan Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memprihatinkan.

RDG tersebut menurut Kepala Sekolah sebelumnya, sudah sangat lama dan butuh perbaikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii, mengatakan bahwa pihaknya tahun ini masih terkonsentrasi pada sarana dan prasarana yang sesuai standar.

“Sebenarnya ada beberapa sekolah juga yang RDG nya itu memprihatinkan terutama yang ada di SDN 2 Kotabunan, akan tetapi saat ini pendanaan fisik itu kan Dinas Pendidikan terkonsentrasi pada pendanaan dana DAK yang berasal dari Kementerian. Khusus dana DAK ini ada menunya, jadi menu itu baru terorientasi pada sarana prasarana yang sesuai dengan standar,” kata Damopolii saat disambangi di ruang kerjanya Jumat, (3/9/2021).

“Nah, saat ini baru sebatas Ruang Kelas, Laboratorium, Perpustakaan, Kantor dan Ruang Guru, ditambah kemarin dengan MCK dan UKS (Unit Kesehatan Sekolah, red),” sambungnya.

Mantan Kepsek SMA Negeri 1 Kotabunan ini menambahkan, untuk RDG belum masuk menu DAK.

“Khusus RDG itu belum masuk di menu oleh sebab itu belum mendapat porsi dana DAK, nah, itu yang masalahnya kenapa belum bisa diperbaiki. Mungkin Kementerian juga menganalisa, sebab rata-rata guru saat ini sudah punya rumah sehingga RDG itu, kurang dimanfaatkan,” sebut Damopolii.

“Beberapa kasus kan di Bolaang Mongondow Timur ada RDG ditempatkan oleh masyarakat biasa, sehingga memang Kementerian menganalisis dari sisi fungsinya oleh sebab itu belum menjadi bagian dari menu Kementerian,” tandasnya.
(Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here