Beranda Manado Tak Tersentuh Donatur, Al-Muhabbah Community Beri Santunan Anak Yatim Luar Panti

Tak Tersentuh Donatur, Al-Muhabbah Community Beri Santunan Anak Yatim Luar Panti

455
0
BERBAGI

MANADO, LensaSulut.com – Tak seperti pada umumnya, perhatian kepada anak yatim piatu selalu tertuju di panti asuhan. Padahal banyak juga anak yatim di jalanan yang luput dari perhatian penyantun atau dermawan. Hal ini diungkapkan oleh pengurus komunitas penyantun Al-Muhabbah Community Kota Manado.

Komunitas penyantun yang dipimpin oleh ketua Dra. Nurhayati Pakaya dan Pembina Hi. Ayub Ali, SE ini tak hanya menyantuni mereka yang ada di panti asuhan, tapi Al-Muhabbah Community lebih terfokus memperhatikan anak yatim piatu yang ada di jalanan atau tinggal bersama keluarga tapi kurang mampu.

“Banyak juga anak yatim piatu yang tidak tersentuh donatur hidup di luar panti asuhan mencari kebutuhan mereka di jalanan, pasar, bahkan di tempat tumpukan sampah. Mereka menjadi pemulung, tukang parkir dan apa saja untuk mendapatkan uang karena hanya tinggal bersama orang lain atau tinggal dengan keluarga tapi kurang mampu. Dan ini menjadi perhatian kami,” jelas Nurhayati Pakaya ketua Al-Muhabbah Community saat kegiatan Santunan Anak Yatim Al-Muhabbah Community di Masjid Al Magfirah kelurahan Karame, kecamatan Singkil kota Manado, Jumat 10/12/2021.

“Sebelumnya kami turun ke lapangan melakukan dialog dan survei untuk mendata anak anak yang ada di jalanan. Ternyata banyak anak yatim piatu yang hidup di luar panti asuhan dan putus sekolah. Selain membantu kebutuhan yang dirangkum dari para penyantun, kami juga melakukan upaya agar mereka bisa bersekolah atau setidaknya didaftarkan mengikuti ujian paket,” sambung Nurhayati.

“Kegiatan Santunan Anak Anak Yatim yang kami laksanakan di Masjid Al Maghfirah ini juga bukan dimaksudkan untuk pamer, tapi tujuannya untuk mengetuk pintu hati donatur yang ingin ikut menjadi bagian dari penyantun. Kami sangat berharap dukungan dan kerjasama dari banyak pihak dan individu untuk ikut menjadi orang tua penyantun bagi anak anak yatim yang ada di jalanan,” tukas Nurhayati.

Sementara itu, sekertaris Al-Muhabbah Community Fitria Mertosono mengungkapkan bahwa, telah mendata jumlah anak yatim piatu di kota Manado yang hidup di luar panti asuhan. “Dari hasil survei di lapangan, kami mendapati sebanyak lebih dari 40 anak yatim piatu yang luput dari perhatian penyantun atau tak tersentuh donatur,” ungkap sekretaris Al-Muhabbah Community, Fitria Mertosono.
(rifq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here