MANADO, LensaSulut.com – Putra Putri Literasi (PPL) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) dalam agenda utama menyusun kepengurusan baru. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Amaris, Kawasan Megamas Manado, Minggu (19/10/2025)
Musyawarah dipimipin langsung oleh ketua umum PPL Sulut, Standius Bara Prima, M.I.Kom yang didampingi oleh sekertaris umum Faradila Bachmid, serta dihadiri oleh Stafsus Gubernur Sulut Bidang Kepemudaan, Farist Soeharyo, dan diikuti oleh para Putra Putri Literasi Sulut yang terpilih beberapa waktu lalu di ajang seleksi pemilihan PPL Sulut 2025.
Dalam jumpa pers usai musyawarah, Standius Bara Prima selaku ketua umum Putra Putri Literasi Sulut, menyampaikan bahwa Mubes pertama kali ini merupakan rangkaian kegiatan grand final pemilihan Putra Putri Literasi Sulut yang diadakan pada 8 September 2025 yang menghasilkan 12 orang terpilih untuk menggerakkan literasi di Sulawesi Utara.
“Mereka 12 orang yang terpilih pada grand final yang dihadiri oleh gubernur dan ibu gubernur sebagai bunda literasi, serta mendapat suport dari pihak sponsor, kemudian kami masukkan di dalam kepengurusan organisasi di bidang literasi ini. Karena kita punya cita-cita menaikan indeks literasi di Sulawesi Utara,” ujar Standius Bara Prima kepada sejumlah wartawan.
Dijelaskan pula, bahwa setelah ini, PPL Sulut memiliki sejumlah program diantaranya kampanye literasi di sekolah-sekolah, dan layanan baca di car free day kawasan Megamas Manado yang beberapa waktu lalu juga sudah dilakukan. Kegiatan ini kata Bara sapaan akrabnya, berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulut.
“Selain Dinas Perpustakaan Daerah, kegiatan literasi di Sulawesi Utara juga akan bekerjasama dengan Dinas lainnya dalam beberapa program diantaranya Dinas Pendidikan, Dispora, atau lintas Dinas. Hari ini di Mubes, kita telah mengetok palu untuk program serta agenda kerja ke depan. Untuk personil literasi saat ini, para Putra Putri Literasi memiliki masa bakti hingga dua tahun ke depan, karena berikutnya akan ada lagi pemilihan di tahun 2026. Mereka saat ini masuk kepengurusan untuk mengisi bidang-bidang yang ada,” ungkap Bara.
Bara juga menjelaskan bahwa Mubes ini menjadi wadah diskusi oleh para Putra Putri Literasi sesuai bidangnya serta memberi ruang untuk menyampaikan masukan untuk program-program kegiatn ke depan. Lebih lanjut Bara menyampaikan bahwa mereka menginginkan agar program-program ini tidak hanya dimunculkan dalam Mubes, tapi juga harus aktif setiap bulannya.
“Karena walaupun belum terbentuk kepengurusan, sebelumnya kita sudah aktif. Yang terpenting adalah aksinya, dan itu yang kami inginkan sehingga disepakati pada forum ini, karena kemarin kita juga mendapat sambutan baik serta apresiasi dari pihak-pihak sekolah dan juga sempat mendapatkan notice dari kementerian dan Perpusnas,” ujar Bara.
“Jadi ada kebanggaan buat kami apalagi mendapat pendampingan dari pemerintah melalui Stafsus Gubernur dan Duta Baca Fadila Bachmid yang telah bergerak di bidang literasi sejak tahun 2018. Kehadiran kami juga akan merangkul semua komunitas baca serta semua yang ada dan bergerak di bidang literasi,” sambungnya.
Sementara itu, Faradila Bachmid menambahkan, bahwa pihak PPL Sulut menargetkan untuk menaikkan indeks literasi. Hal ini menurutnya, akan disertai dengan riset dan data indikator minat baca khususnya di Sulut dan Indonesia pada umumnya.
“Sehingga yang menjadi perhatian adalah akses dan bahan baca sebagai faktor menumbuhkan minat baca. Dan kami sangat meyakini bahwa orang Indonesia memiliki minat membaca yang tinggi. Untuk itu, program-program yang akan kami lakukan diharapkan bisa menaikan indeks literasi,” harap Dila sapaan Faradila Bachmid.
Dila pun tak menampik bahwa akses dan bahan baca memang biayanya tidak murah. Karena menurutnya harga buku dan biaya pengiriman untuk sampai di Sulawesi Utara memiliki nilai yang tidak sedikit. Sehingga menurutnya lagi, hal itu menjadi perhatian mas Bara selaku ketum PPL Sulut.
(jefry)














