MANADO, LensaSulut.com – Perayaan Isra Mi’raj dan Nisfu Sya’ban 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sulut berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini digelar di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, pada Senin malam (2/2/2026).
Mengangkat tema “Isra Mi’raj Adalah Momentum Untuk Menjaga Nilai-nilai Kebangsaan Dalam Memperkuat Kerukunan Guna Mewujudkan Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan penceramah Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M, M.PdI, yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah dan refleksi spiritual.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. KH. Ulyas Taha, MPd, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulut, Darwin Muksin, M.Si, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Manado M. Sofyan, Camat Singkil Junaidi Mamonto, Ketua DMI Kota Manado Budi Wahono, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Sulut, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta majelis taklim dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulut Dr. KH. Ulyas Taha, MPd menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan mengapresiasi PHBI Sulut yang secara konsisten melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam. Ia juga mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an oleh santri TPQ Masjid Nurul Huda, sebagai bentuk pembinaan generasi Qur’ani sejak usia dini.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulut, Darwin Muksin, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah provinsi bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi merupakan panggilan spiritual untuk merefleksikan hubungan antar sesama manusia, khususnya dalam menyongsong bulan suci Ramadhan.
“Mari kita bersama-sama membangun karakter masyarakat Sulawesi Utara yang religius, toleran, dan saling mengasihi demi terciptanya kehidupan yang rukun dan harmonis,” ajak Kadis PMD Sulut.
Dalam ceramahnya, H. Djafar Alkatiri yang juga merupakan Komisaris BSG, menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan kejadian luar biasa yang tidak akan terulang hingga hari kiamat. Ia menekankan bahwa inti dan pesan terpenting dari Isra Mi’raj adalah perintah sholat yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW.
“Ada masalah dengan sholat kita apabila tidak dilakukan dengan kekhusyukan. Orang yang beruntung adalah mereka yang khusyuk dalam sholatnya,” tegasnya, seraya mengajak jamaah untuk menjadikan sholat sebagai sarana pembentukan akhlak dan penguatan spiritual.
Djafar Alkatiri dalam ceramahnya juga menyampaikan makna Nisfu Sya’ban dan hikmahnya. “Jika kalian bertemu bulan pertengahan Sya’ban maka utamakan malamnya dengan dirikan sholat malam dan berpuasa, maka kamu akan diampuni segala taubat taubat kita dan dikabulkan permintaannya,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua PHBI Sulut H. Syahrul Poli, SE menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai wujud mempererat tali silaturahmi antarumat Islam sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan di Bumi Nyiur Melambai.
Perayaan Isra Mi’raj dan Nisfu Sya’ban ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh masyarakat Sulawesi Utara senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kekuatan dalam menjaga persatuan serta menyambut bulan suci Ramadhan.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan selamat datang dan terimakasih oleh Ketua BTM Nurul Huda, Kelurahan Ketang Baru, Helmi Permata yang didampingi oleh Sekertaris Bambang Dunggio.
(jefry)














