Beranda Bolmong Timur Jiwa Pluralisme Bupati Sachrul Berkobar di Jawa Culture Fast Boltim

Jiwa Pluralisme Bupati Sachrul Berkobar di Jawa Culture Fast Boltim

128
0
BERBAGI

BOLTIM, LensaSulut.com – Jiwa pluralisme Bupati Sam Sachrul Mamonto terhadap kultur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) berkobar. Luapan rasa itu terlihat saat pucuk pimpinan Timur Totabuan ini menghadiri Jawa Culture Fast di Lapangan Arjuna Desa Purwerejo, Kecamatan Modayag, Minggu (19/6/2022).

Pada kesempatan itu, Bupati Sachrul menuturkan, budaya Bolaang Mongondow Timur begitu banyak. Mulai dari Mongondow, Jawa, Sanger, Makasar, Arab, Minahasa, Gorontalo dan lain sebagainya. Maka dari itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk melestarikan dan menghormati keberagaman yang ada agar anak cucu bisa mengenal dan mengerti budaya mereka.

“Hari ini saya membuktikan bahwa ternyata orang Jawa Liberia dan Purworejo itu bisa disatukan oleh budaya. Insya Allah dengan kita menghormati budaya kita, maka akan semakin timbul kecintaan kita terhadap daerah kita, dengan itu maka akan banyak sumbangsi-sumbangsi yang akan kita berikan kepada daerah ini. Mulai dari pemikiran sampai sumbangsi segala macam dan itu diharapkan pemerintah kepada masyarakatnya, bisa berperan aktif untuk membantu pemerintah,” ucap Mamonto.

Diberitahukan Bupati, acara seperti ini akan dilakukan setiap tahun bahkan akan dibuat festival budaya terbesar di Bolaang Mongondow Raya (BMR), karena menurutnya Bolaang Mongondow Timur adalah miniatur dari Indonesia.

“Satu bulan ke depan saya sudah merencanakan melaksanakan festival terbesar di Bolaang Mongondow Timur, namanya festival kabela yang akan kita pusatkan di Tutuyan pada saat Ulang Tahun Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” terangnya.

Sang petarung menjelaskan, salah satu leading sector saat dirinya menjadi Bupati adalah menjadikan Bolaang Mongondow Timur sebagai destinasi wisata dan itu sudah dimulai pada tahun sebelumnya yang memperkenalkan berbagai tempat wisata daerah.

“Sekarang saya akan memperkenalkan budaya kita untuk tujuan wisata. Perlahan-lahan memperkenalkan budaya Mongondow, budaya Jawa, budaya Sanger, budaya Gorontalo, budaya Minahasa bahkan budaya Arab Saudi. Bagaimana kita menyatuhkan itu, satu kata saja Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi torang tetap satu, saling mencintai, saling menghargai dan saling menyayangi. Itu yang menjadi moto, Insya Allah kita semua yang akan menjaganya,” tandasnya.

Turut hadir pada festival budaya bersih Desa Purworejo dan Liberia ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Boltim Seska Ervina Budiman, Sekretaris Daerah (Sekda) Boltim Sonny Warokka, Wali Kota Kotamobagu Ir. Hj. Tatong Bara dan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boltim dan Kota Kotamobagu.
(Dath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here